Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Tips Menyelenggarakan Acara Pemutaran film

Banyak film dibuat membutuhkan ruang apresiasi agar film dapat bertemu penontonnya. Menyelenggarakan acara pemutaran film bisa menjadi salah satu cara eksibitor untuk menyampaikan gagasan dalam film kepada target audience. Untuk itulah membuat dan memutar film adalah dua hal yang sama-sama penting, terlepas bagaimana, dimana dan melalui media apa film tersebut diputar.

Menyelenggarakan acara pemutaran film disini merupakan kegiatan pemutaran publik dengan menggunakan media LCD proyektor, baik di dalam ruang maupun luar ruang. Penyelenggara bisa dilakukan oleh komunitas film atau siapapun, karena film dibuat tentu bukan hanya untuk ditonton oleh komunitas film saja. Agar dalam menyelenggarakan acara pemutaran film dapat berjalan dengan baik dan lancar, ada beberapa tips yang dilakukan yaitu perisapan pemutaran dan acara pemutaran itu sendiri.

PERSIAPAN PEMUTARAN

Proses mempersiapkan berbagai hal dalam menyelenggarakan acara pemutaran film menjadi sesuatu yang penting dilakukan agar pada saat acara berlangsung tidak mengalami banyak kendala. Dengan persiapan yang matang, tentu akan mempermudah proses berlangsungnya acara, tidak tergesa-gesa dan dapat memberi rasa nyaman kepada semua yang terlibat. Beberapa hal yang dapat dilakukan saat proses persiapan pemutaran yaitu :

  • Membuat tim pemutaran film – Sebagaimana sebuah tim event organizer, menyelenggarakan acara pemutaran film juga membutuhkan tim untuk memperlancar kegiatannya. Tim tersebut minimal ada tiga orang yaitu, pemimpin acara, bagian administrasi dan bagian teknis. Semakin banyak orang yang bisa dilibatkan maka akan semakin ringan dalam melakukan pekerjaan, tugas-tugas bisa dibagi sesuai dengan kapasitas dan tanggungjawabnya.
  • Menentukan tema dan tujuan pemutaran – Tema dan tujuan pemutaran menjadi sesuatu yang penting ditentukan sejak awal, karena didalamnya terdapat spirit acara yang akan mampu menggerakkan semua tim pemutar dan menjadi daya tarik untuk calon penonton. Dari tema dan tujuan itu pula penyelenggara dapat menyusun progam acara, dapat memilih film apa saja yang diputar, bisa menargetkan penonton, dan bisa menentukan narasumber yang kompeten jika akan diadakan diskusi film.
  • Pemilihan film – Banyak film dibuat tentu memiliki segmantasi yang beragam. Ada banyak jenis film yang dapat dipilih baik film fiksi, dokumenter, eksperimental, film durasi panjang maupun pendek, genre komedi, horor, drama dan masih banyak lagi. Mengklasifikasikan jenis film yang akan diputar akan terkait erat dengan segmen penonton yang dituju, akses untuk mendapatkan film, serta kesesuaian dengan tema dalam menyelenggarakan acara pemutaran film.
  • Segmen penonton – Jika tema dan tujuan sudah ditentukan, film sudah dipilih, maka langkah selanjutnya adalah menentukan segmen penonton yang sesuai dengan segmen film, tema dan tujuan diselenggarakan acara pemutaran. Fungsi dari segmentasi penonton adalah untuk mempermudah melakukan promosi acara dan mendapatkan penonton yang tepat sesuai filmnya.
  • Menentukkan Tempat – Menentukan Tempat untuk memutar film perlu dipertimbangkan secara matang, hal ini terkait dengan jumlah penonton yang akan diundang dan penggunaan peralatan yang sesuai dengan tempatnya. Pemutaran film yang dilakukan dalam ruang akan memiliki kebutuhan peralatan yang berbeda jika dibandingkan dengan pemutaran yang dilakukan di lapangan, untuk itulah survey lokasi perlu dilakukan untuk memastikan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipersiapkan dalam mnyelenggarakan acara pemutaran film. Kesesuaian tempat dan alat memutar dapat memberi kenyamanan penonton saat menikmati film. Kemudahan aksesibilitas, tempat parkir, informasi tempat penginapan terdekat, warung makan, toilet maupun tempat ibadah juga perlu didapatkan dalam survey tersebut. Jika perlu buatlah layout sederhana untuk memastikan tata letak acara pemutaran. Setelah penentuan tempat fix, hal yang tidak kalah penting adalah mengajukan surat permohonan ijin peminjaman atau penyewaan tempat, hal ini dilakukan sekaligus untuk koordinasi masalah waktu pemakaian tempat yang akan digunakan. Membuat surat ijin maupun surat kontrak pemakaian tempat berfungsi untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan. Selain surat ijin tempat, jika pemutaran film dilakukan ditempat publik dan untuk umum, surat ijin keramaian ke pihak berwajib juga harus dibuat. (baca juga : Beragam Tempat Untuk Memutar Film Pendek)
  • Waktu dan jadwal Penyelenggaraan – Dalam menentukan waktu untuk menyelenggarakan acara pemutaran film ada baiknya panitia melakukan survey sebelumnya, momen-momen tertentu dapat dipilih untuk memperkuat isu acara yang akan dilangsungkan. Melihar jadwal agenda acara kota atau yang lainnya juga dibutuhkan agar acara tidak berbenturan acara lainya. Tentukan juga durasi waktu dalam melangsungkaan acara.
  • Menghubungi distributor film atau filmmaker – Setelah film, waktu dan tempat ditentukan, ada baiknya dalam melakukan pemutaran pihak panitia bisa mendapatkan persetujuan dari pemilik karya film. Carilah pemegang hak cipta maupun pemegang hak distribusi film, lakukan kontak dengan mereka untuk mencari tahu syarat-syarat jika filmnya akan diputar, termasuk biaya untuk menampilkan filmnya jika untuk pemutaran komersial, dan lain sebagainya. Setelah mendapatkan persetujuan tentukan pula proses pengiriman film dan surat kontrak untuk kedua belah pihak.
  • Penggalangan dana – Menyelenggarakan acara pemutaran film sedikit banyak akan mengeluarkan biaya untuk operasional, entah menyewa tempat, menyewa LCD proyektor, sound, cetak poster untuk publikasi dan lain-lain. Proses penggalangan dana untuk pemutaran dapat dilakukan sama persis dengan cara pencarian dana saat produksi film, perbedaan hanya terlrtak pada jenis aktivitas, tujuan dan goal yang ditawarkan pada penyandang dana.
  • Membuat media promosi – Setelah semua siap, lakukan promosi acara secara efektif. Manfaatkan seluruh jaringan yang ada baik dengan membuat poster acara, melalui media sosial, press release ke media cetak dan elektronik maupun undangan langsung ke target audien. (baca juga : 8 Hal Penting Dalam Membuat Press Release)

PEMUTARAN FILM

  • Setting tempat pemutaran – Menata setting tempat pemutaran film agar nyaman bagi penonton menjadi prioritas utama yang harus dilakukan. Jarak pandang screen, tata letak sound, menghilangkan cahaya lain yang masuk screen dan sirkulasi penonton saat film diputar musti diperhatikan secara cermat. Biasanya menyelenggarakan acara pemutaran film di outdoor lebih banyak resiko daripada di indoor, apalagi jika berkaitan dengan masalah cuaca. Pemilihan waktu pemutaran akan banyak berpengaruh saat penyelenggaraan acara. Menyiapkan buku tamu di meja pintu masuk dapat dilakukan untuk mengetahui data penonton. Buku tamu dapat berfungsi sebagai arsip jumlah penonton sekaligus sarana untuk mendapatkan kontak person apabila suatu saat dibutuhkan.
  • Setting peralatan – Melakukan test screen film dan cek sound sangat dianjurkan sebelum melakukan pemutaran. Menyiapkan alat putar, setting LCD Proyektor, penyesuaian aspek rasio film, dan mengatur volume sound merupakan hal yang bisa dilakukan sebelum acara pemutaran dimulai.
  • Larangan dan himbauan – Buatlah pengumuman mengenai aturan saat pemutaran berlangsng, misalnya untuk tidak merekam film, memotret menggunakan flash, hp di-silent dan hal-hal lain demi kenyamanan penonton.
  • Putarlah setiap film sampai credit title selesai agar penonton mengetahui informasi siapa saja yang terlibat dalam proses pembuat film.
  • Dokumentasikan acara untuk arsip
 Menyelenggarakan acara pemutaran film memang mudah dengen ketersediaan alat saat ini. Memberikan kenyamanan pada penonton harus menjadi prioritas dalam menyeleggarakan pemutaran… Selamat memutar film.


Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*