Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Strategi Mencari Dana Untuk Produksi film

Keterbatasan dana untuk produksi film saat ini masih menjadi alasan klasik bagi sebagian besar orang. Sewa alat produksi yang mahal, membayar kru, biaya konsumsi, promosi, distribusi dan lain sebagainya, menyebabkan banyak gagasan dan ide brilian berhenti di atas kertas. Memang tidak mudah menyatukan kepentingan antara pemilik modal dengan pembuat film, namun mereka yang berhasil mewujudkan mimpinya adalah mereka yang tangguh dalam memperjuangkan rencananya.

Film bisa dikatakan sebagai media untuk menyalurkan kepentingan. Kepentingan uang, kepentingan menyuarakan pendapat, propaganda, “penyadaran”, hingga untuk sekedar curhat kepada publik yang lebih luas. Mencari dana untuk produksi film, berarti proses mencari penyandang dana untuk ikut memiliki kepentingan dalam film tersebut, baik kepentingan komersial maupun non-komersial.

mencari dana hibah
Ilustrasi. sumber foto : investor.co.id/

Peran produser film menjadi sangat penting. Perencanaan matang dalam menjual ide yang tertuang dalam proposal mutlak diperlukan, hal ini untuk meyakinkan penyandang dana agar bisa membiayai produksi film. Ada banyak pos pemilik modal yang bisa dilibatkan dalam pembuatan film, namun sebelum ide/gagasan diajukan ke mereka, ada baiknya persiapkan dulu apa yang ingin kita tawarkan.

Buatlah proposal penggalangan dana untuk produksi film, proposal yang kuat adalah proposal yang mampu memberi informasi tentang rencana produksi film secara spesifik, padat, jelas dan langsung ke pokok persoalan (tidak bertele-tele). Pastikan bahwa deskripsi dalam proposal menarik, realistis dan ditulis dengan baik. Pastikan juga untuk menyertakan timeline yang realistis dan jadwal produksi.

Lampirkan surat pengantar yang singkat namun mampu memberi gambaran mengenai tujuan dan isi proposal rencana produksi film. Surat pengantar adalah ujung tombak dari proposal, untuk itu periksa ejaan dan tata bahasanya. Jangan berasumsi bahwa semua pemilik modal adalah orang yang paham tentang produksi film.

Mencari dana untuk produksi film bisa diartikan juga sebagai proses menjual film sejak dari ide.

Untuk itu bolehlah kita meminjam strategi dasar dalam managemen pemasaran yang sering disebut bauran pemasaran (marketing mix). Bauran pemasaran ini terdiri dari 4 macam yang biasa disingkat dengan 4P, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Inti utama dari bauran peasaran ini adalah bagaimana membuat produk yang terbaik, penetapan harga sesuai, distribusi yang tepat sasaran dalam waktu yang tepat, dan penggunaan media promosi yang efektif.

marketing mix
tabel marketing mix

Pruduct,

Product mengacu pada value yang terdapat pada produk tersebut, bagaimana produk tersebut memenuhi kebutuhan konsumen, serta penanganan kualitasnya. Produk yang baik adalah produk yang bisa menjual dirinya sendiri, ia dapat menarik perhatian dan meyakinkan orang untuk membali.

Setelah Ide terbaik didapatkan, segera buat alternatif-alternatif judul, kemudian tentukan satu judul film yang paling menarik, karena judul ini yang akan menjadi brand dalam film. Pemilihan judul yang mudah diingat, mudah dibaca, serta pemilihan font yang tepat akan mampu memberi banyak informasi dan kesan tentang film yang dibuat.

Ide dasar film yang unik, sudut pandang baru, kontribusi film terhadap sebuah persoalan, akan menjadi point paling penting. Perencanaan dan konsep yang matang, terukur, akurat serta didukung dengan kemampuan teknis produksi yang baik akan bernilai lebih untuk ditawarkan. Membuat semacam simulasi berupa trailer film bisa menjadi pilihan untuk dapat memberi gambaran produk kepada calon konsumen.

Dalam konteks rencana produksi film, konsumen bisa diartikan mereka yang mau membeli/membiayai keseluruhan ide dan proses pembuatan film. Melalui berbagai kesepakatan dan aturan main, penyandang dana ini selanjutnya bisa dimasukkan dalam jajaran produser. Konsumen bisa juga diartikan sebagai target audience film, penonton inilah yang menjadi target utama film setelah berhasil diproduksi.

Price,

Price mengacu pada harga produk agar konsumen rela mengorbankan uangnya untuk membeli produk tersebut. Hal ini juga mencakup strategi penentuan harga produk agar bisa bersaing dengan produk kompetitor.

Buatlah bujet yang masuk akal untuk produksi, promosi dan distribusi film. Meskipun berusaha membuat bujet yang masuk akal, tetap tidak boleh menyusun bujet terlalu ketat. Masukkan dana tak terduga sebesar 10 % dari keseluruhan biaya yang dibutuhkan. Angka total itulah yang menjadi harga pokok produksi film, angka ini yang akan ditawarkan kepada penyandang dana produksi film.

Jika film yang akan diproduksi bersifat non-profit, penetapan harga sudah cukup pada tahap pembiayaan diatas. Namun jika produksi film bersifat profit maka peghitungan rugi-laba, BEP dll masih perlu ditambahkan. Berbagai saluran distribusi film bisa dirancang untuk menaikkan omset penjualan, misalnya melalui penetapan harga dan target penjualan tiket, penjualan DVD, screening fee dll. Rencana penjualan beragam marchandise  film juga bisa dimasukkan dalam rencana anggaran.

Sertakan perjanjian untuk membagi profit dengan para investor. Mengenai masalah pembagian profit bisa diatur menjadi beberapa term sesuai dengan perjanjian yang dibuat. Harga tidak selamanya berarti uang, masukkan juga dalam perjanjian tentang kesanggupan untuk memberikan informasi, memberikan undangan ataupun beberapa tiket, jika suatu saat film yang diproduksi berhasil terpilih oleh festival film bergengsi. Tawarkan juga pada investor agar bisa menyisihkan profit untuk produksi film selanjutnya.

Place,

Place mengacu pada tempat produk tersebut dipasarkan, waktu yang tepat serta bagaimana agar produk bisa dijangkau oleh konsumen.

Merencanakan dan menentukan saluran distribusi film sejak awal menjadi penting agar film tidak hanya menjadi penjaga folder komputer pribadi. Dengan memperluas jaringan distribusi berarti akan semakin mudah mempertemukan film dengan penontonnya. Semakin banyak jangkauan dan jaringan maka akan semakin banyak pula yang akan bisa mengapresiasi karya film tersebut.

Meskipun demikian, menentukan segmen penonton yang sesuai dengan film akan lebih bijak daripada harus memaksakan semua masyarakat umum untuk menonton film yang akan dibuat. Dengan menentukan segmen-segmen yang lebih jelas, film akan lebih bisa diapresiasi dan dinikmati oleh mereka. Selain itu akan mempermudah melakukan promosi karena target pasar sudah jelas, sehingga bisa lebih efektif.

Pembagian segmen bisa dilakukan misalnya dengan menentukan secara geografis (daerah mana saja, lokal, nasional atau internasional), kemudian secara demografi (usia, status keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll.) dan juga faktor psikologis (kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian).

Distribusi film juga berkaitan dengan sistem pengiriman, penyimpanan dan ketersediaan film untuk diakses di beberapa format. Hal ini juga berkaitan erat dengan pemilihan waktu yang tepat untuk mendistribusikan karya film. Sebagai contoh, Film pertama kali tayang di bioskop, kemudian diputar ke komunitas-komunitas dengan membuka forum diskusi, kemudian ke televisi, berlanjut lewat penjualan DVD dan jika memungkinkan diupload ke internet. Pilihan penggunaan beragam metode distribusi juga tergantung dengan keadaan, oleh karen itu rencana distribusi juga harus dibuat se-realistis mungkin.

Promotion,

Promotion, merupakan usaha untuk berkomunikasi dengan calon konsumen. Melalui media promosi diharapkan dapat memberikan informasi selengkap mungkin kepada mereka. Hal ini dilakukan untuk membantu konsumen dalam membuat keputusan untuk membeli.

Melakukan promosi melalui iklan, publisitas, hubungan massa sering kali membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk itu kreativitas menjadi sangat penting untuk menekan biaya promosi. Cobalah membuat-media-media baru yang unik dan diluar kebiasaan promosi.

Buatlah blog/website yang berisikan informasi lengkap mengenai film yang akan diproduksi. Informasi yang diberikan haruslah sejelas dan sekreatif mungkin agar para investor di luar sana dapat mengerti mengenai ide dari film. Membuat akun di beberapa jejaring sosial, menjadi pilihan menarik yang bisa dilakukan. Selain murah, media ini juga bisa dimanfaatkan untuk berdialog secara langsung dengan calon investor dan audience.

*****

Setelah proposal sudah jadi berikut adalah tempat-tempat untuk mencari sumber dananya  | >>> next

Sumber :  
– knowhownonprofit.org/
– businesscasestudies.co.uk/
– www.wmm.com
+berbagai sumber


Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*