Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Proses Membuat Film

Silver Over Black, White, Yellow, and Red, by Jackson Pollock
Silver Over Black, White, Yellow, and Red, by Jackson Pollock

Proses membuat film berarti mempertemukan gagasan kepada orang lain melalui media film/audio visual. Proses membuat film secara garis besar dapat dibagi menjadi lima tahap yaitu : Menentukan ide cerita, pra produksi, produksi, pasca produksi dan distribusi Dengan mengacu pada tahap-tahap tersebut, diharapkan dalam membuat film bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

1. Ide dan Pengembangan

Mencari dan menemukan ide cerita dalam film merupakan langkah awal dalam proses membuat film. Dalam tahap ini seseorang dapat menentukan APA  yang ingin dikatakan pada dunia lewat film. Tidak setiap ide untuk sebuah film adalah ide yang baik, namun ketika seseorang telah menemukan ide yang menarik tentu akan dituntut untuk mengembangkannya agar dapat menjadi sebuah rangkaian cerita yang menarik. Proses pengembangan ide ini akan membantu tim produksi dalam memahami apa yang akan disampaikan dan bagaimana cara menyampaikan lewat film.

Menulis dalam kertas atas ide tersebut akan mempermudah dalam membuat kerangka berpikir. Dari sini kita bisa mentukan struktur film dari babak ke babak, target penonton, siapa penontonnya dan apa yang ingin penonton rasakan setelah melihat filmnya dan lain-lain. Kemampuan menuliskan ide dasar dalam satu kalimat yang menarik tentu akan dapat membantu setiap orang untuk memahami tentang cerita yang akan difilmkan.

Ketika ide dasar telah ada, proses selanjutnya adalah mengembangannya menjadi sebuah naskah/skenario. Disinilah penulis dapat membangun karakter tokoh-tokoh yang ada didalamnya, merancang visualisai dan merancang suara sehingga dapat dipahami oleh seluruh tim produksi. Dalam proses ini tentu tidak luput dari proses riset untuk memperkuat gagasan, dengan melakukan pengamatan dan penelitian yang lengkap akan menyempurnakan proses perencanaan dan pembuatan film tersebut.

2. Pra Produksi 

Tahap Pra-Produksi merupakan tahapan yang paling penting dalam sebuah proses membuat film. Dalam pra-produksi Anda merencanakan semua aspek logistik dan kreatif produksi, disinilah Anda dituntut untuk berpikir tentang semua masalah yang mungkin terjadi dan mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut dimuka. Untuk mempermudah mengorganisir setiap elemen dalam proses membuat film, biasanya akan dibuat script breakdown. Dengan proses pra-produksi yang matang akan dapat menghemat banyak waktu, uang dan usaha.

Casting pemain berlangsung dalam tahap pra-produksi, penentuan jadwal produksi, menentukan durasi waktu yang dibutuhkan, menentukan anggaran, menemukan lokasi, merancang dan membangun set, menentukan aspek rasio film, perencanaan jenis shot dan gerakan kamera, menentukan tim produksi dan menentukan kemungkinan-kemungkinan lainnya jika terjadi sesuatu atau ketika agenda yang ada tidak berjalan seperti yang direncanakan (misalnya masalah cuaca).

3. Produksi

Produksi adalah fase eksekusi dari proses rencana pembuatan film, semua materi audio dan visual dibuat dan dikumpulkan. Sebagian besar kru film berpartisipasi dalam tahap ini, disini sutradara dapat memastikan bahwa script/naskah sedang diikuti secara akurat dan bahwa materi-materi yang diambil baik untuk audio maupun visual merupakan kualitas terbaik.

proses-membuat-film
Dokumentasi proses produksi film Ambilkan Bulan

Secara teknis kamera dan audio recorder mengaambil peran penting selama produksi, pengambilan gambar dan suara harus didasarkan pada naskah dan storyboard. Saat merekam juga penting untuk menjaga pencahayaan – baik alami maupun buatan, karena akan membantu Anda menyampaikan atmosfer film untuk penonton.

4. Pasca Produksi (baca artikel selengkapnya)

Proses Pasca-Produksi merupakan proses penyuntingan seluruh stok gambar dan suara yang telah diproduksi. Proses penyuntingan (editing) sendiri merupakan proses memotong dan mengatur ulang, membuang apa yang tidak diperlukan dan memastikan bahwa apa yang tersisa menceritakan kisah dengan jelas. Biasanya proses pasca-produksi membutuhkan waktu  yang lebih lama dari pada proses produksi itu sendiri, hal ini disebabkan pada saat proses editing harus tetap mengacu dan menggunakan script beserta catatan yang ada pada saat pra-prosuksi dan produksi.

Dalam proses pasca produksi, efek visual, suara khusus, soundtrack film, judul, credit title, subtitle terjemahan, koreksi warna dan kadang-kadang narasi ditambahkan  yang semua materi tersebut disatukan sehingga menjadi satu karya yang utuh.

5. Distribusi

Distribusi adalah proses di mana film dapat bertemu dengan penonton. Proses distribusi film dapat dilakukan melalui distributor film, baik oleh distribusi jaringan bioskop, televisi, komunitas film maupun penjualan DVD dari rumah-kerumah. Saat ini, film juga dapat diunggah di internet.



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*