Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Penggunaan Clapperboard Pada Produksi film

Penggunaan clapperboard
Penggunaan clapperboard | doc. Film Abilkan Bulan

Clapperboard atau film slate merupakan alat bebentuk papan terbuat dari kayu ataupun akrilik yang digunakan untuk menginformasikan dan mengidentifikasi data adegan yang diperlukan untuk editing film. Dengan adanya alat tersebut proses peyelarasan atau sinkronisasi antara gambar dengan suara bisa dilakukan dengan benar dan mudah, yakni dengan mencocokkan suara “clap” dan gerakan pada stockshot.

Untuk mendapatkan kualitas audio dan visual yang optimal, dalam produksi film track audio direkam terpisah dengan track video. Gambar direkam menggunakan kamera, dan suaranya direkam ke dalam perekam analog digital yang terpisah seperti tape DAT. Untuk itulah peran alat ini menjadi penting dalam sebuah produksi film.

Clapperboard
Clapperboard | sumber foto : digital.lib.uh.edu

Clapperboard digunakan saat proses pengambilan gambar dan suara dalam produksi film. Disetiap awal merekam adegan, Clapperboard yang telah ditulis data ditempatkan di depan kamera, difilmkan secara singkat yang diiringi dengan pernyataan dari kru film tentang detail adegan yang akan diambil, kemudian mengatupkan clapstick setelah ada aba-aba “action” dari sutradara.

Clapperboard profesional memiliki standar ukuran9.75″x 12″ dengan area penulisan 8″x 12”. Clapstick pada Clapperboard Biasnya terdapat magnet kecil untuk menjaga keseimbangan antara kedua pelat baja, diberi warna hitam-putih selang-seling guna memberi aksen visual agar mudah diidentifikasikan lewat kamera.

Penggunaan clapperboard
Penggunaan clapperboard | doc. Film Abilkan Bulan

Seperti layaknya sebuah papan tulis, Clapperboard  bisa ditulis-hapus menggunakan kapur tulis maupun spidol. Selain menggunakan bahan kayu dan akrilik, saat ini telah banyak diproduksi clapperboar digital sehingga format pencatatan informasi bisa disampaikan dalam format digital.

Adapun data/informasi yang biasa ditulis dalam diantaranya:

  • Scene : Nomor adegan yang tertera pada skenario.
  • Take : Menunjukan jumlah take yang dipakai.
  • Sound : Menunjukan apakan adegan yang sedang digarap mengunakan sound atau tidak.
  • Prod : Judul Film
  • Dir : Nama Sutradara
  • Date : Tanggal syuting
  • Camera : Nama penata kamera
  • Int dan Ext :Adegan dilaksanakan di dal

Klaim penemu pertama Clapperboard adalah Frank W. Thring (ayah dari aktor Frank Thring), yang mengepalai Efftee Studios di Melbourne, Australia. Namun klaim harus gagal karena papan dengan kedua tongkat yang dinamai Clapperboard  tersebut diciptakan oleh Leon M. Leon (1903-1998). Pada perkembangannya Clapperboard digital ditemukan oleh Matthew L. Davies, dengan memegang nomor paten US 6831729.

Nama lain untuk clapperboard ; clapper,clapboard,slate, slate board, sync slate,time slate,sticks, board, dan sound marker.

bahan bacaan : en.wikipedia.org



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*