Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Mungkin Anda Cocok Jadi Seorang Produser Film

The Deep, 1953 by Jackson Pollock
The Deep, 1953 by Jackson Pollock

Mungkin anda cocok jadi produser film, karena siapapun bisa menjadi produser selama orang tersebut dapat bertanggung jawab penuh terhadap keseluruhan proses pra-produksi, produksi, pasca-produksi, hingga distribusi film, artinya seorang produser film harus bisa terlibat secara aktif dalam semua tahapan proses pembuatan film.

Secara garis besar tugas dan tanggungjawab seorang produser film diantaranya :

  1. Mencari dan mendapatkan ide cerita untuk produksi, ide cerita bisa datang dari mana saja, baik dari buku novel, cerpen, lagu, cerita unik disekitar, sosok yang menginspirasi atau dari manapun. Setelah ide cerita didapatkan seorang produser bisa memilih dan menetapkan penulis skenario dan sutradara untuk membantu menindaklanjuti ide/gagasan yang telah ditemukan.
  2. Menyusun rancangan produksi. Dalam rancangan produksi seorang produser dapat bekerjasama dengan sutradara dan manager produksi untuk menetapkan pemain dan kru produksi utama. Rancangan produksi yang akan disusun menjadi sebuah proposal produksi ini dapat dijadikan sebagai panduan (guide) kepada manajer produksi dan seluruh tim produksi dalam pelaksanaan dan pengelolaan produksi film.
  3. Membuat proposal produksi berdasarkan ide atau skenario film. Proposal produksi sangat penting dibuat, dari proposal inilah produser dapat menjabarkan atau menjelasan secara rinci sebuah tujuan kepada siapa saja yang berkepentingan dalam film. Dari proposal produksi inilah para pembacanya dapat memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan dalam memproduksi film.
  4. Mengupayakan anggaran-dana untuk produksi. Semua produksi film, sedikit banyak pasti akan membutuhkan dana untuk membiayai produksinya. Dalam hal ini produser memiliki peran dalam merancang dan mengupayakan pembiayaannya, entah melalui sponsorship, mencari investor, donatur, dana patungan, maupun mengumpulkan dana dari masyarakat atau biasa disebut crowdfunding. Produser film memegang aspek bisnis dalam sebuah karya film, merekalah orang pertama yang akan mengambil resiko keuangan dalam proses produksi film.
  5. Menyusun rencana pemasaran. Keberhasilan dan kegagalan sebuah film di pasaran sedikit banyak juga berada ditangan produser film. Memasarkan karya film perlu direncanakan dengan matang, selain dapat memanfaatkan agensi pemasaran film (publisis film), seorang produser dapat merancang berbagai strategi distribusi dan promosi sehingga pemasaran bisa berjalan dengan tepat sasaran dan efisien.
  6. Mengawasi pelaksanaan produksi. Seorang produser film memiliki peran penting dalam mengawasi proses pelaksanaan produksi film agar jalannya produksi sesuai dengan rancangan produksi yang sudah dibuat. Produser film berhak mendapatkan laporan dari semua departemen (progress report) dan berhak memberikan keputusan bila terjadi konflik di lapangan, terutama bila kegiatan produksi terganggu.
  7. Bertanggung jawab atas kontrak kerja  secara hukum. Produser film melakukan kontrak kerja dengan berbagai pihak dalam produksi filmnya, baik dengan kru, pemain, investor dan lain sebagainya. Apabila terbukti terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan produksi yang merugikan produksi, produser film berhak mengganti bahkan memberhentikan pemain/kru produksi.
  8. Bertanggung jawab atas seluruh produksi. Produser film akan mempertanggungjawabkan hasil karya filmnya kepada banyak pihak misal (nvestor/pemodal, sponsor dan juga penonton). Untuk itulah seorang produser film juga akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh proses produksi agar mendapatkan hasil film yang terbaik. Produser film berhak memberikan keputusan atas konsep kreatif sutradara yang menyimpang dari rancangan produksi, bahkan dapat menghentikan produksi apabila dalam pelaksanaan produksi terjadi penyimpangan dari yang telah disepakati.

Kesuksesan seorang produser film berarti kesuksesan terhadap keseluruhan proses produksi filmnya. Tanggung jawab besar yang diemban oleh produser film memungkinkan produser tidak hanya dipegang oleh satu orang saja. Sedikit banyaknya produser dalam sebuah tim produksi juga tergantung dari skala produksi itu sendiri. Beberapa jabatan produser dapat dibagi sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, diantaranya :

Produser Eksekutif (Executive Producer) Gelar Executive Producer lebih sering diberikan pada private investor atau orang yang mendanai jalannya proses produksi. Walaupun otoritas besar ada di tangan produser, Executive Producer berhak memastikan produksi film itu tepat dengan jadwal tayangnya. Selain itu, gelar Executive Producer juga bisa diberikan pada orang yang terlibat pada ide awal pembuatan script. bertanggungjawab sejak sebuah film masih berupa embrio, gagasan. Biasanya ia terlibat dalam pengembangan gagasan tersebut hingga menjadi sebuah naskah dan mencarikan Sutradara yang tepat untuk mewujudkan skenario menjadi sebuah film. Ia juga bertanggungjawab mencari dana dari pemodal untuk membuat film tersebut. seorang Produser Eksekutif umumnya sudah bekerjasama dengan seorang Sutradara sejak awal, mulai dari proses pengembangan sebuah gagasan menjadi skenario hingga pencarian dana. Kedudukannya nyaris sejajar dengan Sutradara.

Produser (Producer) adalah orang yang bertanggungjawab atas proses pembuatan film sejak awal hingga akhir. Dia adalah perpanjangan tangan Produser Eksekutif dalam menggerakkan roda departemen produksi. Di Indonesia, kerancuan seringkali terjadi tentang perbedaan antara Produser Eksekutif dengan Produser. Pada era keemasan film nasional, sebutan Produser biasanya berkaitan dengan pemilik modal. Pemilik modal disebut Produser.

Produser Pendamping (Associate Produceradalah sebutan yang diberikan kepada salah seorang pemodal yang tidak hanya memasukkan uangnya untuk pembuatan film tersebut tetapi juga cukup aktif selama proses pembuatan meski tidak terlibat langsung dalam keseharian produksi. Sedangkan orang yang menanamkan uangnya namun tidak terlibat baik langsung ataupun tidak langsung pada pembuatan film disebut sebagai investor atau pemodal. Sebutan Produser Pendamping juga diberikan kepada seorang yang berperan dan bertanggungjawab sangat besar selama proses pembuatan sebuah film namun tidak menerima upah karena keterbatasan anggaran sehingga ia dibayar dalam bentuk saham. Jabatan Produser Pendamping baginya menunjukkan bahwa jerih payahnya dibayar dengan kepemilikan atas film tersebut

Produser Pelaksana (Line Producer)  Istilah Produser Pelaksana seringkali juga disebut sebagai Pimpinan Produksi atau Pimprod. Isitilah Pimpro ini, menurut penulis, lebih mencerminkan mental bangsa Indonesia. Setiap pekerjaan dilihat sebagai sebuah proyek. Dan sebuah proyek dalam keseharian biasanya dipimpin oleh seorang Pimpinan Proyek atau Pimpro. Untuk film lahirlah istilah Pimprod.

Laku tidak lakunya film, diminati atau tidak diminati itu adalah resiko yang harus ditanggung produser. Apa pun jabatan dalam sebuah film memiliki peranan penting agar film itu dapat diterima oleh masyarakat.

(sumber : filmpelajar.com, indonesiaindonesia.com)



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*