Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Montase On Screen, Berbagi Cerita tentang film

Pemutaran dan bincang film bersama Montase akan diselenggarakan pada hari Minggu 12 Oktober 2014 Pkl. 19.30 WIB di Platinum Cineplex Hartono Mall Solo Baru. Montase On Screen menjadi tajuk acara pemutaran dan diskusi empat film pendek karya-karya Montase,  adapun film-film yang akan diputar dalam acara ini yakni ; film Grabag, Labirin, Voices dan Umbul.

montase-on-screen

Tiga nara sumber akan menjadi teman berbincang dalam Montase On Screen, mereka adalah :

Ki Hartanto, merupakan pendiri sekaligus pengelola padepokan film grabag, mendapatkan pendidikan seni filmnya di Akademi Sinematografi LPKJ (sekarang FFTV IKJ). Ia juga mendapatkan pendidikan khusus di Australian Film, Television & Radio School (AFTRS) dan studi banding ke berbagai sekolah dan pusat industri film di Amerika, Belanda, Perancis, dll. Semasa masih aktif berkarya ia telah mendapatkan penghargaan sebagai Nominasi Penata Suara Terbaik (Film Cintaku di Rumah Susun) FFI 1988, Nominasi Penata Suara Terbaik (Film Saur Sepuh III) FFI 1990, Penata Suara Terbaik (Film Tutur Tinular) FFI 1990, Penata Suara Terbaik (Film Lagu untuk Seruni) FFI 1991, Penata Suara Terpuji Festival Film Bandung 1992, Nominasi Penata Suara Terbaik (Film Bulan Tertusuk Ilalang) Festival Film Asia Pasifik 1998, dan Penata Suara Terbaik (Film Fatahillah) Festival Film Kineklub 1999.

Pada tahun 2009 ia mendapatkan Lifetime Achievement Award dari Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT) atas dedikasinya dalam dunia perfilman Indonesia. Ki Hartanto juga terlibat aktif di balik layar 66 (enam puluh enam) film layar lebar Indonesia, khususnya sebagai sound designer. Diantaranya adalah film Cut Nyak Dien (1987), Perwira dan Ksatria (1991), Surat Untuk Bidadari (1995), Fatahillah (1996), Bulan Tertusuk Ilalang (1996), dan Pasir Berbisik (2000). Selain berkarya, Ki Hartanto juga berkiprah di dunia akademik sebagai Dekan FFTV IKJ dua periode (1994-1997 dan 1997-2000). Ia juga diberi amanah sebagai Ketua Senat FFTV IKJ dari tahun 2003-2010. Selain itu, seiring dengan rintisan padepokannya, Ki Hartanto juga mendirikan TV Komunitas (Grabag TV) yang menjadi penggerak bagi tumbuhkembangnya jejaring TV Komunitas di Indonesia

Tri Giovanni, Sarjana S1 Universitas Gajah Mada (UGM Yogyakarta, pernah belajar Produksi Video/Televisi di Lyon Prancis 1986 & 1992. Selain menjabat sebagai Pimpinan Cabang  PH. DREAMLIGHT WORLD MEDIA Yogyakarta, saat ini Tri Giovani juga aktif mengajar di DIII UNS Surakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, UPN Yogyakarta dan AKINDO Yogyakarta. Sejak tahun 2011 beliau diangkat menjadi Juri tetap Festival Film, penyelenggara Dinas Kebudayaan DIY dan pada tahun 2011 menjadi Produser untuk Film Soegijo.

Himawan Pratista, mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari jurusan Arsitektur. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga kini. Ia juga merupakan salah satu pendiri Komunitas film Montase pada tahun 2006 dan menjadi kritikus film di buletin sinema Montase hingga kini. Ia juga menulis buku Memahami Film serta menulis belasan diktat Seri Sejarah Film Dunia serta Sineas-Sineas Dunia Berpengaruh untuk Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta.

Montase adalah komunitas film independen yang dibentuk sejak tahun 2005. Awalnya mereka adalah sekumpulan para penikmat film yang sering berbagi dan berdiskusi tentang film. Sejak tahun 2006, montase memiliki media buletin, yakni “Buletin Sinema Independen – Montase” yang sudah terbit hingga 27 seri (montase.blogspot.com & montasefilm.com tengah dalam pengerjaan). Anggota Montase adalah penikmat film, akademisi dan praktisi film,  mahasiswa film serta ilmu komunikasi, hingga wiraswasta. Dalam perkembangan Montase mulai dipercaya beberapa pihak dan instansi untuk membuat film dokumenter, company profile, video klip, hingga film fiksi/cerita serta mengadakan pelatihan produksi film untuk beberapa instansi serta universitas. Hingga saat ini Montase masih memproduksi film fiksi dan dokumenter yang diikutsertakan ke beberapa festival bergengsi di tanah air dan luar negeri.

Judul dan sinopsis film yang akan diputar dalam acara Montase On Screen diantaranya :

Grabag, A Short Tale of Earth and Human

(Himawan Pratista/dokumenter/29’35”/ Montase /2013)

Grabag
film Grabag produksi Montase

Adalah film dokumenter unik yang mengandalkan kekuatan gambar untuk bercerita. Film ini mengisahkan perjalanan alam dan manusia secara singkat yang mengambil lokasi di seputar wilayah Grabag (Magelang, Jawa Tengah). Alam yang masih murni lambat laun mulai tersentuh manusia dengan segala aktifitasnya yang pada akhirnya cenderung merusak alam dan mereka sendiri.

Penghargaan: 20 Besar Film Dokumenter Terbaik Piala Maya 2013, Nominasi Film Dokumenter Terbaik Stosfest 2014, 10 Besar Unggulan Film Terbaik Denpasar Film Festival 2014

Labirirn

(Teguh Arif Kristiyanto/Fiksi/9 menit/ Montase )

film Labirin
adegan film Labirin karya Montase

Sinopsis: Alkisah seorang gadis selalu bimbang dan trauma dengan masa lalunya, ia tidak mampu mengambil keputusan dan sangat tergantung dengan orang lain. Suatu ketika bersama sahabatnya ia berkunjung ke areal situs bangunan kuno untuk melakukan riset untuk tugas kampus mereka. Dalam perkembangan si gadis terpisah dengan rekannya. Ia lalu berkeliling ke seluruh areal situs namun apa yang dicarinya tidak ia temui. Si gadis semakin panik ketika masuk ke terowongan bawah tanah dan terkancing dari luar. Ia berusaha keras, berlari kesana kemari mencari jalan, namun tetap saja ia tidak mampu mencari jalan keluar.

Voices

(Febrian Andhika/fiksi/ Montase )

Voices-montase
film Voices produksi Montase

Logline: Seorang laki-laki paruh baya tengah mengalami masalah paling buruk dalam pekerjaannya. Dalam satu momen perjalanan ke rumah orang tuanya, di areal taman sari, ia terlibat dalam perbincangan telepon paling emosional dalam hidupnya.

Umbul

(Himawan Pratista/fiksi/19:53 menit/ Montase /2013)

film umbul-montase
adegan film Umbul karya Montase

Sinopsis : Di sebuah desa di lereng pegunungan terdapat mata air (umbul) yang menjadi sumber kehidupan desa tersebut. Mata air ini digunakan warga sehari-hari sebagai sumber air serta pengairan. Mata air ini juga memiliki banyak mitos yang melatarbelakangi hingga dikeramatkan oleh penduduk desa tersebut. Suatu ketika karena debitnya yang besar mata air ini diminati oleh sebuah perusahaan air minum mineral namun ditentang keras oleh warga. Konflik semakin ramai ketika seorang warga suatu hari secara mengejutkan menemukan sebuah keris dan lele putih besar di dalam umbul. Seluruh desa pun menjadi gempar.



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*