Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Modal Dasar Akting Ketika Di Depan Kamera

Tak hanya di panggung sandiwara, untuk bisa menjadi pemain film yang handal juga membutuhkan modal dasar akting yang cukup kuat agar mampu menghidupkan suasana film. Semakin kuat modal yang dimiliki maka akan semakin kuat karakter yang bisa diperankan.

Merujuk dari glosarium.org, Akting/berperan berasal dari kata act (beraksi) adalah gerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkannya. Bila gerakan-gerakan itu terlalu banyak, dinamakan over akting.

Modal Dasar Akting Ketika Di Depan Kamera
Ilustrasi : Film Gara-Gara Bendera – Jeihan Angga

Modal dasar akting adalah bagaimana seseorang dapat menghidupkan sebuah peran yang ada dalam sebuah naskah. Sebagai seorang aktor harus dapat mencintai apa yang diperankannya sehingga secara lahir-batin dapat menyatu dengan sosok karakter yang dibangun dalam naskah skenario.

Pada dasarnya akting merupakan perpaduan antara aksi fisik dan aksi mental.  Kedua hal tersebut merupakan modal dasar akting saat melakukan sebuah peran, baik di atas panggung maupun di depan kamera film. Keduanya saling terkait dan tak terpisahkan untuk bisa memerankan sebuah adegan dengan hasil yang optimal.

Aksi fisik merupakan segala tindakan untuk menciptakan citra audio-visual dalam sebuah film, hal tersebut bisa berupa gerak tubuh maupun olah suara. Penguasaan atas tubuh akan selalu terkait erat dengan penguasaan gerak, baik gerak kasar (cara berjalan, berlari, Gestures, dll) maupun gerak halus (mimik wajah, ekspresi).

Selain gerak tubuh, olah suara/vokal juga salah satu aksi fisik yang dapat dijadikan sebagai modal dasar akting seorang aktor. Olah suara disini lebih ditekankan pada kemampuan artikulasi, gestikulasi, intonasi suara dan warna suara. (baca juga : Gerakan Tubuh & Suara Sebagai Modal Akting)

Aksi mental merupakan proses pelibatan intelektual, emosi dan spiritual dalam sebuah adegan film. Oleh karena itu cerdas secara mental sangat dibutuhkan oleh seorang yang ingin menjadi aktor. Dalam ilmu psikologi modern, cerdas secara mental berarti dia cerdas secara Intelektual, Emosional dan Spiritual, atau sering disebut IESQ (intelligence, Emotional and Spiritual Quotient). Dengan melibatkan ketiga hal tersebut ketika melakukan akting, penghayatan dalam sebuah peran akan dapat dicapai dengan baik. (baca juga : Cerdas Melakukan Akting, Sukses Menjadi Aktor)

Sinkronisasikan  antara gerak, ucapan, intelektual, emosional dan spiritual merupakan sebuah kombinasi kekuatan yang prima dalam melakukan akting. Selain beberapa hal yang telah disebutkan diatas, Latihan, latihan dan latihan adalah modal dasar akting yang nyata untuk mengawali sukses didepan kamera. Selamat berproses…



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*