Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Meningkatkan Akses, Aksi dan Arsip Komunitas

Diskusi Ngobrol Ngeblog Ala Komunitas Film yang digelar Selasa (9/9) di RBI Solo secara garis besar membahas pentingnya meningkatkan akses, aksi dan arsip komunitas film di Solo melalui blog. Acara diskusi yang dihadiri beberapa perwakilan komunitas produksi dan apresiasi film tersebut berjalan dengan akrab dan hangat meski masing-masing personal antar komunitas masih banyak yang belum saling mengenal.

Obrolan ngeblog komunitas film di RBI merupakan kelanjutan dari diskusi komunitas film saat FFD Jateng di TBJT tentang memperkuat jaringan komunitas film di Solo. Dari bahasan sebelumnya, jaringan yang ada bisa diperkuat mulai dari dunia maya, dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan rutin khusus membahas komunitas.

Membuat blog untuk setiap komunitas film dapat menjadi media informasi kegiatan sekaligus dapat dijadikan sebagai ajang pengarsipan dan bahan evaluasi, baik bagi komunitas yang melakukan kegiatan produksi maupun apresiasi film. Ketersediannya data-data secara online akan mempermudah pemetaan kembali komunitas, mengingat sejak pemetaan yang dilakukan pada tahun 2006 lalu, komunitas film di Solo telah banyak yang lahir, mati suri bahkan bubar.

Diskusi Ngobrol Ngeblog ALa Komunitas Film
Diskusi Ngobrol Ngeblog ALa Komunitas Film di Solo

Meningkatkan akses antar komunitas film memang masih sangat diperlukan, banyak komunitas film di Solo Raya (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten) yang sampai saat ini sebetulnya aktif namun belum saling mengenal. Minimnya akses dan informasi mengenai komunitas menyebabkan komunikasi terhambat dan jadi kendala tersendiri untuk memperkuat jaringan antar komunitas.

Seperti yang diungkap oleh Ayu Mita, salah satu pegiat film yang aktif di Festival Film Solo ini menceritakan pengalamannya ketika festival berlangsung, ia lebih banyak bersinggungan dengan komunitas film diluar Solo daripada dari dalam Solo sendiri.  Hal tersebut diamini oleh songsky yang juga lebih banyak memiliki jaringan kerja film diluar kota, minimnya akses dengan komunitas di Solo menyebabkan dirinya merasa kesulitan mencari tim produksi disetiap project-nya.

Kegiatan menulis memang belum menjadi budaya di lingkungan komunitas film di Solo saat ini. Seperti yang diungkap Asep dari ISI Solo, menulis untuk kontent blog secara kontinyu bisa menjadi sesuatu yang lebih berat, apalagi dengan kegiatan yang masih minim. Menurutnya hal yang paling mendesak dilakukan adalah meramaikan dulu kegiatan-kegiatan film yang ada di komunitas, selanjutnya kegiatan tersebut di-share melalui jejaring sosial karena dirasa lebih efektif untuk meningkatkan akses informasi ke masyarakat.

Salah satu peserta diskusi menambahkan, pemanfaatan jejaring sosial seperti facebook, twitter maupun yang lainnya memang sangat efektif sebagai media publikasi dan meningkatkan akses informasi, apalagi aktivitas publikasi tersebut dilakukan secara bersama-sama dimana masing-masing personal yang berjejaring dalam komunitas dapat membantu share kegiatan. Meski demikian, blog menjadi penting dibuat untuk memberikan detil informasi kegiatan yang akan dilangsungkan.

Happy dari komunitas film asal klaten memberi saran, apabila komunitas membuat web/blog berbayar agar memilih penyedia web hosting yang terpercaya. Hal ini terkait dengan pengalamannya, dimana pernah ada penyedia jasa web hosting yang bangkrut sehingga semua klien harus kehilangan webnya dan tak bisa memperpanjang sewa domain dan hosting. Ia menambahkan, untuk menghemat anggaran pembuatan web para komunitas film dapat memanfaatkan domain .or.id, sedangkan hosting tidak harus menyewa tapi cukup me-redirect domain tersebut ke wordpress maupun blogspot.

Untuk komunitas film di kampus sebenarnya bisa mendapatkan domain hosting gratis, yakni dengan mengajukan permohonan sub-domain di lembaga yang menaunginya. Meski hanya berupa sub-domain, namun hal ini dapat menghemat banyak anggaran dan terjamin kelangsungan hidup web-nya. Selain komunitas, lembaga yang dinaungi juga akan tetap mendapatkan keuntungan dari sub domain yang diberikan pada komunitas kampus, yakni aneka kegiatan yang di share akan dapat meningkatkan akses atau trafic web lembaga tersebut, hal ini secara tidak langsung bisa menjadi media promosi lembaga.

Sebelum web/blog komunitas dapat terealisasi, ayorekam.com akan menyediakan space untuk data profil komunitas film di Solo. Profil  komunitas yang akan diunggah tersebut setidaknya berisi deskripsi singkat komunitas, kegiatannya dan kontak person yang bisa dihubungi. Apabila web/blog komunitas sudah siap, profil-profil komunitas di ayorekam.com bisa ditautkan langsung ke blog komunitas. Blog-blog yang dibuat komunitas film juga bisa saling ditautkan untuk mempermudah akses informasi.

Keterbukaan informasi dan update kegiatan perfilman di Solo dirasa penting, hal ini bisa menjadi suatu cara untuk dapat menggaet kepercayaan publik bahwa komunitas film di Solo benar-benar ada dan mampu berkembang. Dengan adanya data-data yang mudah diakses harapannya akan dapat membuka berbagai peluang untuk kerjasama dengan pihak lain seperti lintas komunitas, lembaga, instansi, badan usaha atau siapapun yang ingin terlibat. Kelengkapan arsip dan dokumentasi kegiatan yang bisa dipantau melalui web/blog, bisa dimanfaatkan sebagai portofolio ketika akan menggandeng sponsorship maupun mencari donasi untuk mendukung kegiatan film.

Obrolan meningkatkan akses informasi antar komunitas melalui web/blog menjadi pertemuan yang menarik, selain dapat dijadikan sebagai pemetaan komunitas hal ini juga dapat dijadikan sebagai pendorong kegiatan-kegiatan perfilman di Solo. Pemetaan komunitas yang lebih spesifik akan dibahas dalam diskusi bulan Oktober 2014. Potensi-potensi komunitas akan dipetakan dan disinergikan untuk kemajuan perfilman Solo.



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*