Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Memperkuat Jaringan Komunitas Film di Solo

Usaha untuk memperkuat jaringan komunitas film di Solo menjadi bahasan yang menarik saat diskusi Komunitas Film Solo – Festival Film Dokumenter “Jawa Tengah In Frame”. Acara diskusi yang diselenggarakan oleh Kine Klub FIFIP UNS bekerjasama dengan Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) tersebut berlangsung pada hari Jumat (22/8) di Galeri Seni Rupa TBJT.

Acara diskusi dihadiri oleh 9 komunitas diantaranya KMF FSSR UNS, Kine Klub FISIP UMS, Sinemain, Liar-Liar Films, Kinekita, Komunitas Memutar Film, Komunitas Teater Dasa Madya SMP N 10 Surakarta, komunitas film SMP 24 Surakarta dan Kine Klub FISIP UNS sebagai penyelenggara acara.

Hanindawan selaku perwakilan lembaga di TBJT saat membuka sesi diskusi menuturkan, penyelenggaraan Festival Film Dokumenter 2014 di Solo merupakan satu usaha untuk memfasilitasi pegiat maupun komunitas film di Solo khususnya yang konsen terhadap perkembangan film dokumeter. Jawa Tengah In Frame diangkat sebagai tema dalam rangkaian festival dimaksudkan untuk meihat kembali budaya lokal khususnya Jawa Tengah melalui media film.

Memperkuat Jaringan Komunitas Film di Solo
Memperkuat Jaringan Komunitas Film di Solo | foto : kine klub FISIP UNS

Sebagai salah satu ruang seni dan budaya yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan seni pertunjukan, TBJT berusaha semaksimal mungkin untuk juga dapat memfasilitasi komunitas film di Solo agar dapat memanfaatkannya sebagai ruang apresiasi film. Dengan terselenggaranya Festival Film Dokumenter yang pertama kali ini diharapkan bisa menjadi awal yang baik untuk sedikit  membantu memecahkan beragam persoalan yang seringkali dihadapi komunitas film.

Acara diskusi komunitas yang diselenggarakan di Galeri Seni Rupa TBJT ini secara garis besar dilanjutkan dengan perbincangan yang sudah dilakukan sebelumnya dalam acara diskusi komunitas di Omah Sinten. Yakni mencari solusi atas lemahnya komunikasi antar komunitas film, memecahkan permasalahan penonton yang selalu minim saat menyenggarakan pemutaran, minimnya sarana prasarana apresiasi, dan mencari solusi pendanaan kegiatan komunitas film, baik untuk program produksi film maupun eksibisi film.

Dari hasil pemetan masalah komunitas di Solo, pelan namun pasti harus segera ada tindakan nyata. Komunitas film yang sebagian besar terdiri dari komunitas yang berada di lingkungan kampus tersebut sampai saat ini masih mengalami banyak sekali kendala, hal tersebut disebabkan karena di lingkungan mahasiswa organisasi film melakukan regenerasi pengurus yang berlangsung secara cepat.

Memperkuat jaringan komunitas secara intens dan berkesinambungan di luar kampus menjadi poin pertama yang penting dilakukan untuk merekatkan antar komunitas perfilman. Melakukan pertemuan rutin bulanan dari perwakilan masing-masing komunitas menjadi langkah awal, agenda pertemuan bisa dilakukan disalah satu komunitas sambil memutar film secara bergilir maupun hanya bincang-bincang santai di wedangan membahas progres yang sudah dan akan dilakukan.

Saling berkomunikasi menjadi langkah awal untuk pemecahan terhadap berbagai kendala komunitas. Memperkuat jaringan komunitas film didunia nyata dan dunia maya diharapkan bisa menjadi titik tumpu untuk mencari solusi-solusi dalam menghadapi berbagai persoalan lainnya.



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*