Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Membuat Script Breakdown Untuk Produksi Film

Membuat Script Breakdown merupakan proses menguraikan tiap adegan dalam skenario kedalam daftar yang berisi informasi tentang segala hal yang dibutuhkan saat pengambilan gambar. Hal ini dilakukan untuk mengetahui rincian kebutuhan shooting, mempermudah pengaturan jadwal shooting dan biaya yang dibutuhkan.

Setelah Script Breakdown diisi dengan berbagai informasi, setiap departemen berhak  menerima Script Breakdown untuk acuan dalam mempersiapkan segala sesuatu saat proses produksi berlangsung. Pembagian kerja serta segala sesuatu yang dikerjakan selama produksi juga mengacu pada hal-hal yang tertera pada Script Breakdown.

Script breakdown dibuat atas dasar data yang sudah dibuat sebelumnya dalam script breakdown sheet. Segala keperluan shooting untuk satu scene diuraikan dalam satu lembar script breakdown sheet. Contoh script breakdown sheet dan script breakdown dapat diunduh disini

Informasi yang dicatat dalam  script breakdown sheet dan script breakdown diantaranya adalah :

  • Date : waktu/tanggal dilaksanakan shooting.
  • Int/Ext : Adegan berlangsung dalam ruangan (interior) atau luar ruang (exterior)
  • Day/Night : Adegan berlangsung siang atau malam hari
  • Production Company : Nama rumah produksi dan nomor telepon.
  • Production Title : Judul film yang diproduksi dan nomor episode jika film serial
  • Breakdown Page No. : Nomor halaman lembar breakdown. Hal ini untuk mempermudah dalam mengontrol tiap adegan yang selesai dikerjakan.
  • Scene No. : Nomor adegan sesuai dalam skenario.
  • Scene name: Nama adegan sesuai dalam skenario
  • Script Page No. : Nomor halaman script
  • Description : Diskripsi singkat tentang kejadian spesifik dalam adegan yang akan diproduksi
  • Page Count : uraian tentang panjang/porsi dari adegan dalam skenario.
  • Location or Set : Lokasi sesuai dengan skenario,
  • Cast :Semua pemeran termasuk peran pendukung yang diurutkan berdasar pentingnya peran.
  • Stunts : peran pengganti adegan berbahaya (stunt) atau peran pengganti dengan mempertahankan wajah pemeran utama (stand in).
  • Extras/Atmosphere :  sejumlah orang (crowd) untuk mendukung suasana dalam adegan.
  • Extras/Silent Bits : para pemeran beserta ciri-cirinyayang tidak melakukan dialog dan tidak tergabung dalam crowd.
  • Special Effects :efek khusus seperti ledakan, penghancuran, pembakaran, tata rias khusus, dll.
  • Props : segala hal yang dibutuhkan departemen artistik.
  • Vehicles/Animals : data spesifik kendaraan atau hewan yang nantinya tampak dalam frame.
  • Wardrobe : Kostum yang akan dikenakan oleh pemeran.
  • Make Up/Hair : tata rias dan tata rambut untuk tiap peran dan crowd.
  • Sound Effects/Music : efek suara tertentu serta musik yang akan dipakai.
  • Special Equipment : peralatan khusus untuk shooting, misalnya crane, under water camera,dll
  • Production Notes : memuat semua keperluan yang belum disebutkan di bagian-bagian sebelumnya yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya khusus.


Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*