Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Make up dan Key Hair Stylist aktris film

Tim make up untuk aktris dan aktor dalam produksi film merupakan tim yang turut berperan penting dalam membangun karakter setiap tokoh dalam film. Tim ini biasanya menjadi satu tim dengan penata rambut (Key Hair Stylist) dan akan bekerjasama secara langsung dengan penata busana untuk turut me-remake tokoh film sesuai dengan naskah skenario. Dalam produksi film skala kecil bagian tim ini biasanya juga merangkap sebagai penata rambut dan dimasukkan kedalam satu tim Departemen Asrtistik.

Meski sama-sama dalam merias, tata rias untuk shooting film dan video memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda dengan tata rias panggung teater maupun pertunnjukan sandiwara. Kekuatan kamera yang mampu merekam secara detil subyek yang diambil dalam setiap adegan film, menuntut para perias lebih teliti. Detil-detil yang terekam dalam kamera video/film secara closeup (CU) maupun exstrem Closeup (ECU) akan sangat terlihat jelas jika diproyeksikan dalam layar sinema.

Make up dan Key Hair Stylist aktris film
Make up dan Key Hair Stylist | doc. film Ambilkan Bulan

Selain bagian make up, para penata rambut (Key Hair Stylist) juga memiliki peran penting terhadap penampilan aktor/aktris agar sesuai dengan kebutuhan skenario pada saat syuting. Tugas Key Hair Stylist  diantaranya menata gaya rambut yang diperlukan sesuai dengan cerita, pemotongan, warna, dan mencuci rambut dan wig dari semua aktor dan aktris. Seorang hairdresser bertanggungjawab sepenuhnya atas kebutuhan rambut asli maupun wig untuk para aktor dan aktris

Bagian make-up Aktris dan Key Hair Stylist memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan jadwal make up, mengawasi dan berkoordinasi dengan anggota lain dari departemen make up. Tim ini biasanya terdiri dari asisten make up, body make up artis, efek khusus make up dan penata rambut.

Secara garis besar, tugas tim ini dapat dikategorikan menjadi tiga, yakni make up dasar, make up korektif dan make up karakter. Masing-masing kategori memiliki cara penanganan yang berbeda karena memiliki faktor kesulitan serta tujuan yang berbeda.

Make up dasar

Adalah kegiatan merias para subyek film dengan tidak merubah karakter asli yag dirias sehingga bisa tampil normal didepan kamera, hal ini untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang tidak diinginkan dalam penampilan saat pengambilan gambar berlangsung.

Kondisi pemain film yang sering terkena panasnya lampu dan rasa tegang saat melakukan adegan, menyebabkan perubahan fisik yang seringkali dapat terekam dengan jelas dalam kamera. Satu hal yang sering kali terjadi misalnya masalah keringat maupun munculnya kulit berminyak  yang tanpa disadari akan tampak mengkilap jika dilihat dalam kamera maupun video monitor. Dalam menjaga kontinuitas gambar, kondisi seperti itu setidaknya subjek harus di-make up menggunakan bedak yang sesuai dengan warna kulit mereka.

Make up pada wajah bahkan tubuh sangat diperlukan apalagi para subyek film akan berada didepan kamera dalam waktu yang cukup lama. Kondisi dandanan harus selalu diperiksa, dan jika memungkinkan proses priasan wajah harus diterapkan di bawah pencahayaan yang sama dengan cahaya yang akan digunakan pemain saat pengambilan gambar.

Pertimbangan penggunaan cahaya dalam proses pengambilan gambar juga mempengaruhi penggunaan make up pemain film. Penggunaan sinar matahari, lampu pijar, ataupun lampu neon akan mempengaruhi penggunaan jenis bedak dan foundation pada subyek film. Untuk alasan ini, biasanya didepan cermin memiliki banyak jenis lampu untuk penyesuaian masing-masing jenis cahaya.

Untuk melakukan efisiensi terhadap penggunaan beragam jenis lampu, para tim make up biasanya hanya akan menggunakan lampu neon standar yang cenderung netral daripada penggunaan lampu lain yang cenderung warna kuning-kemerahan. Warna kulit normal banyak memiliki kecenderungan warna hijau, keakuratan warna hijau ini bisa dilihat lebih jelas jika di bawah lampu neon standar dengan menggunakan video monitor pada kamera.

Make up dasar biasannya digunakan juga untuk meratakan warna kulit subyek film, seperti menutupi bekas tanda tali bra di atas bahu seorang wanita, warna wajah pria setelah bercukur, bekas jerawat, menutupi tato atau yang lainnya. Kelemahan-kelemahan kecil ini dapat dikurangi atau dihilangkan dengan memadukan warna foundation dan bedak dengan kulit.

Penggunaan eye shadow dan eyeliner pada mata, lipstik pada bibir, bedak pada wajah dan tubuh yang diselarskan dengan warna kulit dan kostum merupakan cara dalam make up dasar untuk mempertegas dan menjaga kontinuitas karakter tokoh dalam film.

Make Up Korektif

Make up Koraktif digunakan untuk meningkatkan atribut positif dan meminimalisir kelemahan yang dimiliki atris maupun aktor film. Cara ini dilakukan misalnya untuk menkoreksi fitur wajah yang tidak diinginkan dan menekankan atribut positif melalui contouring dan highlighting. Memancungkan hidung, menipiskan dan melebarkan bibir, memutihkan atau menghitamkan kulit, mengatur bentuk rahang agar lebih menarik, menutup keriput wajah akibat penuaan atau mengkoreksi bagian tubuh lainnya merupakan satu contoh yang dilakukan dalam make up korektif.

Meningkatkan atribut positif dan meminimalisir kelemahan biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dari pada make up dasar. Teknik ini membutuhkan perencanaan yang matang, jika perlu harus melakukan eksperimen dulu terhadap subyek sebelum melakukan shooting.

Make up Karakter

Make up karakter diperlukan jika ingin melakukan perubahan besar dalam penampilan subyek film. cara ini banyak dilakukan pada produksi film-film horor, film fiksi ilmiah, film transformasi maupun film-film yang membutuhkan tokoh karakter khusus. Memanipulasi pemeran menjadi orang yang benar-benar baru adalah bagian tugas dari make up karakter ini.

Salah satu contoh misalnnya seorang pemuda dapat diubah menjadi orang tua melalui penggunaan make up dan semacam karet prostesis. Dengan menggunakan topi botak untuk menutupi rambut pemuda, prostesis dapat digunakan untuk menambah keriput dan kendur daerah wajah. Walaupun mungkin terdengar sederhana, merias dengan merubah karakter subyek dapat menghabisakan banyak waktu untuk menerapkannya.



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*