Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

JiFFest Traveling 2010 SOLO – Minggu (30/5/10) GKS

JiFFest adalah festival film internasional pertama dan terbesar di Indonesia. Selain di Jakarta, festival ini juga menggelar pemutaran keliling ke 6 kota besar di Indonesia dalam program JiFFest Traveling 2010. Bersama Matakaca sebagai partner lokal di kota Solo, JiFFest Traveling 2010 ini akan memutar film-film yang pernah ditayangkan di JiFFest selama tiga tahun terakhir. Dan film-film yang dipilih adalah film yang menjadi highlights di setiap tahunnya. Mari datang dan selamat menonton !!
jiffest-traveling-2010

Minggu, 30 Mei 2010 – Gedung Kesenian Solo

Jam 11.00

TAKVA

Özer Kiziltan. Turkey/Germany. 2006. Drama. 96 menit. Turkish (dengan teks terjemahan bahasa Inggris).

Muharrem hidup sederhana dengan menjalani ajaran Islam yang taat. Tantangan baru datang saat dia ditugaskan menjadi penagih hutang di masjid tempat Muharrem bekerja. Tidak siap menghadapi dunia luar, Muharrem takut bahwa Tuhan telah mengabaikan segala permintaan sekaligus perasaannya.

Jam 13.00

#Think Act Change

SARUNG PETARUNG

Jason Iskandar & M. Adiartha Kusuma. Indonesia. 15 menit

Remaja saling mempertanyakan di antara mereka tentang kegunaan kondom dan kenyataan bahwa kini pendidikan seks sangat dibutuhkan untuk menghindarkan dari berbagai dampak buruk seks yang tidak sehat,seperti penularan virus HIV yang mengancam kaum muda. Jawaban jujur dan reaksi spontan mencoba membuka pikiran bahwa sudah saatnya membicarakan kondom untuk menemukan jawaban.

UTOPIA

Joan Kartini Rossi, Analia Sekartaji & M. Rezky Afriza. Indonesia. 9 menit

Jakarta adalah kota yang megah dan metropolis namun, dua hal tersebut hanya identik dengan berdirinya ruang-ruang beton. Padahal Jakarta juga sangat membutuhkan Ruang Terbuka Hijau.

MENGAPA HARUS DIAM

Ridho agung N, M Reggi H. Indonesia. 17 menit

Film ini menceritakan tentang budaya diam kaitannya dengan penanganan kasus KDRT. Karena Faktanya, merebaknya kasus KDRT ini disebabkan oleh budaya diam . Untuk itu dalam film ini kami berharap agar masyarakat tidak mebudayakan budaya diam.

YANG BAIK KO KALAH

Putu Harum Bawa. Indonesia. 12.04 menit

SMA Negeri 3 Denpasar, sebuah lembaga pendidikan yang berdiri sejak tahun 1977. Pada waktu itu SMA ini memiliki sebuah larangan menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah bagi siswanya. Namun ketika larangan itu menginjak 30 tahun, dengan terpaksa larangan tersebut dihapuskan. Tetapi dibalik runtuhnya tradisi bersepada tersebut, masih ada seorang siswi yang masih menggunakan sepeda.

MEREKA KUATKAN AKU

I Dewa Ayu Diah. Indonesia. 12 menit 19 detik

Tidak semua keluarga mau menerima kenyataan ketika anggota keluarganya terkena HIV/AIDS. Ikha yang tertular virus HIV dari suaminya yang telah meninggal ini, beruntung memiliki keluarga yang mau menerima keberadaannya. Keluarga ii yang menjadi kekuatan bagi ikha untuk memulai hidup baru dan mampu memperoleh pengalaman yang membanggakan.

LOVE THAN LEAVE

Anastasia Praditha, Ketty Tresianah, Mia Amalina. Indonesia. 15 menit 32 detik

Cinta, cinta dan cinta. Yakin itu modal yang kita bawa dalam suatu hubungan? So, bagaimana bisa cinta, cinta dan cinta menjawab mirisnya KDRT dan KDP? LOVE THEN LEAVE Sebutan apakah cinta hingga membawa kita tetap tinggal? Membiarkan “violence against woman” berlalulalang bagai berita basi?

Jam 15.00

BABI BUTA YANG INGIN TERBANG

Edwin. Indonesia. 2008. Drama. 77 menit. Bahasa Indonesia.

Sebuah cerita tentang Linda dan orang-orang di sekitarnya yang memiliki agendanya masing-masing. Di tengah suasana perkotaan Indonesia yang dihiasi oleh ketegangan rasial, film ini memperlihatkan kegelisahan yang dialami oleh mereka yang terlahir dengan identitas tertentu.

Jam 16.30

cin(T)a

Sammaria Simanjuntak. Indonesia. 2009. Drama.79 menit. Bahasa Indonesia.

Cina adalah seorang mahasiswa keturunan China dan Batak. Anisa adalah seorang mahasiswi keturunan Jawa dan seorang muslim. Dengan kuasa Tuhan, mereka bertemu dalam sebuah keadaan yang tidak disangka-sangka. Tuhan mencintai mereka berdua, tapi mereka tidak bisa saling mencintai karena masing-masing memanggil Tuhan dengan nama yang berbeda.

Jam 19.00

*WELCOME MUSIC

 

Jam 20.00

*THE 10 CONDITION OF LOVE + LOCAL FILM

**Acara ini  gratis dengan menggunakan undangan yang bisa diambil di Gedung Kesenian Solo, Solopos, Solo Radio, Kopma UNS, Kopma UMS, dan Ganeps.



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*