Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Gerakan Tubuh & Suara, Jadi Modal Akting

Gerakan Tubuh & Suara Sebagai Modal Akting

Gerakan tubuh dan suara merupakan salah satu aksi fisik yang dilakukan untuk menciptakan citra audio dan visual dalam sebuah film, kedua hal tersebut merupakan modal dasar akting ketika di depan kamera.

Wajah tampan atau cantik bukan sebagai ukuran utama dalam memainkan sebuah peran, penguasaan atas tubuhnya menjadi point penting dalam melakukan akting.  Penguasaan atas tubuh akan selalu terkait erat dengan penguasaan gerakan, baik gerakan kasar (cara berjalan, berlari, Gestures, dll) maupun gerakan halus (mimik wajah, ekspresi).

Gerakan Tubuh & Suara Sebagai Modal Akting

Setiap gerakan tubuh dalam citra visual adalah bahasa, oleh karena itu bergerak atas dasar kesadaran didepan kamera sangat dibutuhkan. Gerakan tubuh memiliki kemampuan besar dalam berkata-kata, hal ini terbukti dengan munculnya film-film bisu diawal kemunculan film, juga pertunjukan pantomin yang menjadi satu bukti bahwa gerakan tubuh mampu berbicara tentang banyak hal.

Dalam pengambilann gambar film, setiap gerakan yang dilakukan aktor didepan kamera harus terkontrol dan memiliki alasan yang kuat. Aksi dan aktivitas betul-betul terarah, sehingga aktor benar-benar sadar dan tau maksut dari gerakan yang dilakukannya. Sebagai contoh, ketika berperan melakukan gerakan orang mabuk miras ia harus benar-benar sadar kalau sedang berperan sebagai orang mabuk karena miras, bukan melakukan gerakan seperti orang mabuk cinta J

Penguasaan atas tubuh dan gerakan bisa dilakukan dengan cara mengenali dan menyiapkan berbagai hal terkait dengan tubuhnya. Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahannya, staminanya, kesehatannya, atau yang lainnya, sehingga ketika akan mendapatkan sebuah peran seorang aktor sudah benar-benar siap untuk mengilustrasikan apa yang harus diperankan. Latihan dengan olah raga dan selalu menjaga stamina bisa menjadi satu cara untuk mengolah tubuh.

Selain gerakan tubuh, olah suara/vokal juga salah satu aksi fisik yang dapat menjadi aset besar untuk menjadi seorang aktor.

Suara aktor akan dibutuhkan ketika sebuah film dirancang dengan menggunakan monolog maupun dialog, dan sebagian besar film yang ada saat ini memang memakai dialog. Bukan masalah merdu-atau tidak dalam berbicara, tetapi poin penting dari olah suara disini lebih ditekankan pada kemampuan artikulasi, gestikulasi, intonasi suara dan warna suara.

Artikulasi merupakan aktivitas pengucapan yang dilakukan secara jelas. Artikulasi kata menjadi penting agar para penonton dapat mendengar dan mengerti setiap kalimat yang diucapkan sehingga dapat memahami secara tepat dan tidak bias. Kegagalan artikulasi banyak dialamai karena beberapa sebab, misalnya berbicara terlalu cepat, gugup, takut atau yang lainnya.

Gestikulasi adalah sebuah keterampilan pemenggalan kata dan kalimat sehingga akan mempermudah dalam memberikan tekanan kata ataupun kalimat pada sebuah dialog. Gestikulasi harus dilakukan sebab seringkali kata-kata yang diucapkan pertama dengan kata berikutnya dalam sebuah dialog dapat memiliki maksud yang berbeda. Misalnya pada adegan orang sedang asik pacaran tiba-tiba kejatuhan cicak. “malam ini kamu cantik. Sontoloyo!!”

Intonasi merupakan penekanan-penekana yang dilakaukan pada sebuah kata ataupun bagian dari sebuah kata dalam dialog. Kemampuan dalam penggunaan intonasi menjadi sesuatu yang penting, karena dalam intonasi berbeda dalam satu kalimat yang sama bisa ditafsirkan secara berbeda, penekanan ini sering disebut sebagai tekanan dinamik.

Contoh penggunaan tekanan dinamik misalnya : HARIMAU mengejar rusa (harimau ditekankan, bukan singa atau yang lain), Harimau MENGEJAR rusa (mengejar ditekankan, artinya bukan memakan atau yang lain),Harimau mengejar RUSA (rusa ditekankan, artinya bukan kelinci atau yang lain).

Selain tekanan dinamik, intonasi kata juga bisa dilakukan dengan penekanan nada (tinggi-rendah) dan penekanan tempo (cepat-lambat). Penekanan nada dan tempo berfunsi untuk menghindari dialog-dialog monotone agar tidak seperti robot saat bicara.

Warna suara merupakan salah satu karakter suara yang dimiliki oleh seorang aktor. Hampir setiap orang memiliki warna suaranya masing-masing. Meski demikian, ada juga beberapa aktor yang mampu memiliki beberapa warna suara. Ia mampu membawakan beragam warna suara yang berbeda, misalkan mampu membawakan suara seperti orang tua (contoh mak lampir), remaja, bahkan anak-anak.

Melatih gerakan tubuh dan olah suara/vokal hanyalah salah satu elemen aksi fisik dalam melakukan akting. Ada hal yang tidak kalah penting lainnya yaitu bagaimana “mengisi ruh” dalam akting dengan aksi mental.



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*