Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

gagaSinema #5 : Bicara Cara Bicara

Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mengungkapkan pendapat, bicara tentang hak-hak dan cara untuk bicara, Gedung Kesenian Solo menyelenggarakan acara pemutaran dan diskusi film dengan tajuk “Bicara Cara Bicara” yang akan diadakan pada hari Sabtu 4 Desember 2010 jam 19.00 – 22.00 WIB di Gedung Kesenian Solo.

Dalam program gagaSinema #5 ini akan diputar 3 film karya filmaker muda dari Solo yang telah lama fokus dalam produksi film dokumenter. Steve Pillar Setiabudi sebagai pribadi dan filmaker akan mengajak kita semua berbicara tentang film-film yang dia buat. adapun film yang akan diputar dan didiskusikan diantaranya adalah :

Rhythm of A Day
Dokumenter/9 menit/Steve Pillar Setiabudi/Indonesia/2008/Indonesia.
Beragam makanan yang ada di jalanan Jakarta tidak datang begitu saja. Komposisi dari berbagai elemen yang ada di satu hari – didedikasikan untuk orang-orang yang memberikan kontribusi ke kehidupan Jakarta.

Our School Our Life
Dokumenter/12 menit/Steve Pillar Setiabudi/Indonesia
Pembuat film dokumenter Steve Pillar Setiabudi (Pilar) awalnya hendak menguji kadar kesadaran politik para subjeknya yang masih belia, murid-murid kelas tiga SMA yang akan segera menapak ke Perguruan Tinggi juga menjadi para pemilih di PEMILU 2009.
Dalam perkembangannya, para murid kelas tiga di sebuah SMA di Solo ternyata tak hanya bermimpi di siang hari tanpa melakukan apa-apa untuk mewujudkan perubahan, mereka dengan cara yang matang dan sistimatis berhasil mengumpulkan sejumlah bukti praktik korupsi yang selama ini berlangsung di sekolah mereka. Dan inilah titik balik bagi para remaja itu dalam memahami di mana letakknya masa depan yang lebih baik bila bukan di tangan mereka sendiri

His Story
Dokumenter/30 min / Steve Pillar Setiabudi, A.Moetaba Hasyim & Fendry Ponomban / Indonesia / 2007 /Indonesia.
Aktifis HAM Indonesia, Munir, dibunuh dengan racun dalam perjalanannya ke Amsterdam dengan pesawat Garuda. Presiden membentuk regu khusus untuk mengusut kasus ini yang kemudian berhasil menemukan beberapa bukti-bukti baru. Polycarpus, pilot Garuda yang bertugas saat itu, menjadi tersangka. Dalam pengadilannya, beberapa bukti yang memberatkan telah disiapkan, diantaranya: rekaman percakapan melalui telepon antara pilot dan kepala badan dinas intelejen yang kebenarannya masih dipertanyakan. pada akhirnya, hakim memutuskan Polycarpus dihukum 14 tahun penjara karena telah bersekongkol merencanakan pembunuhan.



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*