Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Format Standar Penulisan Naskah Skenario

Seiring berkembangnya teknologi, penulis skenario semakin dimudahkan dengan banyaknya software pendukung dalam penulisan naskah skenario film, baik yang disediakan secara gratis maupun berbayar. Software yang biasa digunakan dalam penulisan naskah skenario misalnya Celtx, Final Draft, atau yang lainnya.

Software penulisan naskah skenario memang sangat membantu dalam bekerja karena didalamnya sudah disesuaikan dengan aturan-aturan baku dalam penulisan naskah. Meski demikian, tidak ada salahnya jika mengetahui format standar dalam penulisan naskah skenario.

Adapun beberapa format standar yang sering digunakan dalam penulisan naskah skenario diantaranya :

1. Ukuran Kertas 

Ukuran kertas yang biasa digunakan dalam penulisan naskah skenario adalah ukuran 8,5″ x 11″ (Letter) dengan Total panjang tulisan  maksimal 60 baris/lembar. Adapun Scene/shot numbers memiliki margin kiri 1,0″ dan margin kanan 7,4″, Margin atas dan bawah masing-masing 0.5″

2. Font

Font yang digunakan dalam penulisan naskah skenario adalah Courier (bukan Courier New) atau Prestige Pica dengan ukuran 12 point. Kedua font tersebut merupakan jenis fixed-pitch font yang menghasilkan sepuluh (10) karakter per inci horisontal dan enam (6) baris per inci vertikal.

3. Format Scene Headings

Scene Headings (Shot headings atau disebut dengan Slug Line) memiliki jarak 1,7″  dari kiri dan 1,1″ dari kanan. Scene heading ini berisi nomor urutan scene, penggunaan ruang interior (INT) dan eksterior(EXT), lokasi adegan, dan waktu adegan. Scene heading biasanya menggunakan hurup kapital, Contoh :

1. INT. RUMAH PAK LURAH – MALAM

2.EXT. JALAN RAYA – SIANG

4. Nama Karakter

Nama karakter dalam penulisan naskah skenario menggunakan huruf besar, memiliki margin kiri 4,1″ tepat berada dibawah Scene Headings.

5. Format Dialog

Dialog memiliki margin kiri 2,7″ dan margin kanan 2,4″, berada tepat dibawah nama tokoh/karakter.

Jika terjadi sebuah dialog panjang di akhir halaman namun ruang untuk tulisan kurang, maka perlu menambahkan teks (MORE) di akhir naskah dengan menggunakan margin kiri 4,1″. Dialog dapat dilanjutkan di halaman berikutnya dengan menambahkan teks (CONT’D) setelah nama karakter.

Jika sebuah scene/adegan dan dialog berlanjut ke halaman berikutnya, maka bagian akhir teks halaman sebelah kanan diberi tulisan (CONTINUED) dengan diberi tanda kurung dan jeda baris kosong diatasnya. Untuk halaman berikutnya juga diberi tulisan CONTINUED  di sebelah kiri tanpa tanda kurung.

Contoh :

Format Standar Penulisan Naskah Skenario

6. Parenthetical

Parenthetical adalah pentunjuk aksi atau ekspresi yang harus dilakukan oleh karakter dalam mengucapkan dialog. Misalnya emosi, sedih, menangis, tersenyum, tertawa, dan sebagainya. Parenthetical direction dalam dialog memiliki margin kiri 3,4″ dan margin kanan 3,1″.

7. Scene Transisi

Scene Transisi dalam penulisan naskah skenario merupakan peralihan dari scene yang satu ke scene berikutnya, teks yang digunakan seperti CUT TO, FADE OUT dll. Scene Transisi memiliki margin kiri 6,0″, ditulis dengan huruf besar dan diletakkan di sebelah kanan, kecuali FADE IN yang ditulis di sebelah kiri. Scene Transisi didahului dengan sebaris kosong dan diikuti dengan dua baris kosong.

Bahan bacaan :
simplyscripts.com
skenario.net
desxripsi.blogspot.com


Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*