Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Film Unlimited Love, Berbagi Pengalaman Produksi di Jepara

Film Unlimited Love merupakan sebuah karya film fiksi panjang durasi 90 menit yang mengangkat tema tentang epidemi virus Human Immunodeviciency Syndrome (HIV), Sebuah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia.  Disutradarai oleh Haryanto Corakh (Cak Roto) dengan lokasi shooting 70% di Jakarta dan 30% di Den Haag-Amsterdam-Keukenhof-Zaandam, Belanda.

Film Unlimited Love yang diproduksi oleh INTIKOM Pictures ini menjadi salah satu media untuk turut ambil bagian dalam rangka kampanye penyadaran terhadap masyarakat luas tentang syndrome HIV/AIDS sekaligus memberikan penyuluhan tentang sex save dan penyalahgunaan Narkoba.

Haryanto Corakh yang juga sebagai penulis skenario dalam film Unlimited Love, akan berbagi pengalaman produksi filmnya di Pendopo Kawedanan Wakil Bupati Jepara (Jl. Kartini sebelah Kantor PLN Jepara/depan SMP 6 Jepara) pada tanggal 21 Juni 2014 pukul 19.30 WIB, acara sarasehan diselenggarakan oleh Team 17 Home Videography, sebuah rumah produksi audio visual di Kota Jepara.

Haryanto Corakh lahir di Jakarta 9 januari 1962, merupakan alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Jurusan Sinematografi angkatan tahun 1983 yang aktif sebagai praktisi di bidang audio visual. Film layar lebar yang telah diproduksi diantaranya “EMAK INGIN NAIK HAJI”, sebagai Production Designer, “DI BAWAH LANGIT” sebagai Penulis Skenario. Ia juga aktif di kegiatan teater, yaitu ; Teater Suaka, serta di berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

unlimited love
poster film Unlimited Love karya
Sinopsis film Unlimited Love :

UNLIMITED LOVE bercerita tentang persahabatan tiga orang tokoh ; Andika, Prasetyo dan Widya. Mereka bersahabat dimulai sejak SMA hingga dilanjutkan setelah mereka lulus. Widya yang saat itu masih berpacaran dengan Pras membuat Andi jadi pelengkap hubungan persahabatan mereka. Dan ternyata diketahui bahwa secara diam-diam, Andi-pun selama ini sebenarnya mencintai Widya. Suatu ketika Widya hamil oleh Pras. Dan sejak saat itu Pras menghilang entah ke mana, bagai ditelan bumi. Andi yang pada dasarnya mencintai Widya akhirnya menikahi Widya secara resmi.

6 tahun Andi dan Widya hidup bahagia. Mereka punya anak yang cantik bernama Kurnia, yang sebenarnya adalah anak Pras. Setelah 6 tahun berlalu, Pras muncul kembali di tengah-tengah rumah tangga Andi dan Widya. Pras bercerita tentang pengalaman hidupnya hingga ia mengaku kalau saat ini ia masih hidup sendiri. Dalam kisahnya, Pras bercerita bahwa ia berpetualang ke Belanda membangun karir dan bisnis di sana. Ternyata ia gagal. Bisnis yang dirintis bangkrut, dan ia terjebak dalam sex bebas di sana.

Pras mengatakan, ia datang ke rumah itu hanya untuk mengucapkan salam, sekaligus hanya ingin menengok keadaan Kurnia, anak kandungnya. Setelah melalui puncak emosi dan pertarungan perasaan di antara masing-masing pihak, akhirnya Pras menceritakan sebuah rahasia, bahwa saat ini ia sedang mengidap penyakit. Ia divonis dokter terjangkit virus HIV/AIDS, penyakit yang menyerang system kekebalan tubuh.

Di sisa waktu menghadapi ajalnya, Pras menjadi seorang yang sangat relijius. Ia begitu rindu berhadapan dengan Khaliknya. Setiap saat ia bergulat dengan doa, memohon ampun dengan penyesalan yang mendalam. Baginya tiada tarikan nafas selain ia menyebut nama ALLAH ! Akhir kisah, Pras pergi berpetualang lagi, kembali ke Negeri Belanda untuk menuntaskan segala sesuatunya,
karena ia telah menggali lubang kuburnya sendiri di sana.
Perpisahan mengharukan terjadi antara mereka.

Pras pergi membawa penderitaan tak berujung. Ada sesuatu yang tersisa dan membekas di hati Andi dan Widya tentang sahabat
paling dekatnya itu. Sejak kepergian Pras, Andi dan Widya selalu berharap dan menunggu kabar tentang Pras dari Negeri Belanda.
Hingga pada suatu sore, datanglah sepucuk surat mengenai keberadaannya.

(Film Unlimited Love, sumber : http://citoemanagement.blogspot.com)



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*