Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Dibalik Sekat Centhini, Pemutaran dan Diskusi Film

sekat centhini

Matakaca dan Kedai Ide Solo akan menggelar acara pemutaran dan diskusi film yang mengangkat tema tentang budaya tradisi di Solo. Dua film yang akan diputar berjudul Dibalik Sekat Centhini dan Batik Bebet Ln Bobot Lakuning Urip.

Dalam gelaran yang bertajuk HOTDOC (Hot Documentary) ini merupakan program rutin pemutaran dan diskusi film dokumenter. Acara pemutaran kali ini akan diadakan pada hari Kamis 5 November 2009 pukul 19.00-22.00 WIB. Adapun film yang akan diputar diantaranya :

1. Dibalik Sekat Centhini

(Dokumenter/25 menit/Sutradara : Dymas DS/Video for Fun/2009)
Sinopsis :
Serat Centhini, sebuah karya sastra adiluhung
gubahan Pakubuwono V yang memiliki keistimewaan dari segi isi, karena memuat beragam pengetahuan lahir dan batin masyarakat Jawa pada abad 19. Serat Centhini berisi beragam ilmu pengetahuan dari
arsitektur, pangan, sejarah adat istiadat, ketuhanan, hingga hal-hal yang dianggap porno. Keagungan dan kontroversi yang mengiringi Serat Centhini menarik seorang sastrawan Perancis, untuk menerjemahkannya. Bahkan dua orang peneliti pun mengkaji ilmu-ilmu yang terdapat dalam Centhini, yaitu ilmu pangan dan ilmu arsitektur dapat diterapkan dalam kekinian. Nilai-nilai tradisional yang terdapat dalam Serat Centhini perlu digali dan dikembangkan di tengah gencarnya arus modernisasi.

2. BATIK BÊBÊT LAN BOBOT LAKUNING URIP
(Dokumenter/25menit/Sutradara:M. Chrisnawardhani)
Sinopsis :
Diciptakan oleh Paku Buwono IV, bathik semen romo muncul sebagai media perantara sebuah ajaran kepemimpinan. Dengan nilai-nilai kepemimpinan astabratanya, bathik semen romo mampu mempengaruhi Paku Buwono V dalam menentukan sikap dan tindakan di era kepemimpinannya. Bathik semen romo menjadi sebuah bukti bahwa bathik bukan sekedar tatanan tetapi juga tuntunan bagi setiap pemakainya. Melalui bathik semen romo, ajaran astabrata dapat diwariskan secara turun temurun dan menjadi tuntunan bagi pemakainya. Namun dewasa ini pemaknaan akan nilai-nilai filosofis dalam batik mulai pudar. Salah satunya adalah hilangnya pemaknaan akan nilai astabrata dalam bathik semen romo oleh para pemimpin negeri ini (generasi muda)



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*