Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Cinema Politica Indonesia 2009 di Solo

Cinema Politica Indonesia adalah gerakan untuk menyebar dan membagi inisiatif dengan publiknya untuk mengambil bagian sebagai penyelenggara acara pemutaran dan peserta dalam berbagai diskusi yang mendampingi pemutaran tersebut.

Tujuan dari setiap acara adalah memompa kesadaran dan kepedulian terhadap sinema dan politik sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap orang.
Rangkaian Festival Sinema Politika Indonesia periode 0ktober – Desember 2009 telah dan akan berlangsung di beberapa kota di Indonesia, termasuk di Solo.

sinema politica indonesiaAcara Pemutaran di : Konsorsium Solo. Jl. Aster  No.7 Tumenggungan Timuran Banjarsari Solo

Jadual Film yang akan diputar di Solo :

– SELASA,1 DESEMBER 2009, Jam 19.00-22.00 WIB
His Story

Steve Pillar Setiabudi, A.Moetaba Hasyim & Fendry Ponomban / Indonesia / 2007 / 30 min / Bahasa Indonesia

Sinopsis:
Aktifis HAM Indonesia, Munir, dibunuh dengan racun dalam perjalanannya ke Amsterdam dengan pesawat Garuda. Presiden membentuk regu khusus untuk mengusut kasus ini yang kemudian berhasil menemukan beberapa bukti-bukti baru. Polycarpus, pilot Garuda yang bertugas saat itu, menjadi tersangka. Dalam pengadilannya, beberapa bukti yang memberatkan telah disiapkan, diantaranya: rekaman percakapan melalui telepon antara pilot dan kepala badan dinas intelejen yang kebenarannya masih dipertanyakan. pada akhirnya, hakim memutuskan Polycarpus dihukum 14 tahun penjara karena telah bersekongkol merencanakan pembunuhan.

– KAMIS, 3 DESEMBER 2009, Jam 19.00-22.00 WIB
S.P.I.T.: Squeegee Punks in Traffic
Daniel Cross / Canada/ 2001 / 80 min

Sinopsis :
Film ini adalah karya kolaboratif dengan mengedepankan etika Punk, do it yourself. Daniel Cross sang sutradara bekerja sama dengan Roach, seorang punker yang sudah menghuni jalanan Kanada sejak masih berusia 14 tahun. Membersihkan apapun di jalanan demi uang receh dan diburu polisi, Roach bisa kita kenali karena tiga hal: pemberontak, berisik, dan devian. S.P.I.T memusnahkan batasan antara yang “kami” dan yang “mereka”. Dengan kamera Roach yang menghantam bagai palu keras, kita diperlukan tentang dunia anak muda yang memilih untuk tidak kompromi dengan nilai-nilai di sekitar mereka, kelaparan di salah satu negara paling sejahtera di dunia. Dilengkapi dengan soundtrack dari kawan-kawan Roach, sesama punker, tentunya.

– SABTU, 5 DESEMBER 2009, Jam 19.00-22.00 WIB
I was a teenange feminist
Therea Shechter / Canada-USA / 2005 / 62min

Sinopsis:
Film dokumenter yang secara personal dikerjakan oleh Therese Schecter dengan menjumpai banyak orang dan menanyakan definisi kekinian mereka tentang feminsime. I Was a Teenage Feminist mencoba mendefinisikan kembali kata F untuk feminisime pada sebuah generasi baru.

Our Beloved Mother (Kitorang Pung Mama)
Tonny Trimarsanto / Indonesia / 2006 / 30 min / Bahasa Indonesia with Papua dialect

Sinopsis :
Perempuan Papua yang tinggal di berbagai area provinsi paling timur dari Indonesia, mengalami kekerasan yang dipengaruhi oleh adat. Mereka diperkosa, dipukuli, bahkan dibunuh. Film ini menyoroti kehidupan empat perempuan Papua yang mengalami dan menjadi saksi dari kekerasan yang telah berlangsung puluhan tahun.

Penyelenggara :
KINOKI

Bekerjasama dengan
MATAKACA & KONSORSIUM SOLO



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*