Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga

Geliat film pendek di Purbalingga, kabupaten kecil di Jawa Tengah bagian barat, dimulai pada tahun 2004 setelah beberapa anak muda saat itu mulai memproduksi film-film pendek. Setelah dua tahun, kegiatan produksi dan pemutaran film di sekolah-sekolah, ternyata memancing para pelajar tak hanya menyukai film-film pendek. Sebagian dari mereka bahkan ingin mencoba membuat film. Saat itulah fasilitasi produksi film pendek pelajar mulai dilakukan.

Pada tanggal 4 Maret 2006 para pegiat film pendek di Purbalingga bersepakat membentuk komunitas bersama bernama Cinema Lovers Community (CLC). Kegiatan CLC adalah melakukan fasilitasi kegiatan perfilman berbasis komunitas di Purbalingga.

Salah satu program CLC saat itu adalah pemutaran film. Program pemutaran bulanan itu dilakukan di Graha Adiguna, komplek pendapa bupati Purbalingga. Namun, jelang pemutaran bulan ketiga, turun surat larangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga yang menyatakan bahwa gedung itu bukan untuk pemutaran film.

Hikmah dari pelarangan itu, CLC menemukan bentuk baru mendekatkan film pada masyarakatnya dengan menggelar layar tancap. Selain pemutaran film di sekolah-sekolah yang terus berlangsung, CLC dengan melakukan pendekatan pada pemuda desa, rajin memutar layar tancap di desa-desa.

Kekesalan terdahap sikap Pemkab Purbalingga, yang tidak memberikan ruang pada anak-anak muda, terakumulasi hingga pada 7 Juli 2007, CLC menggelar festival film yang pertama. Saat itu masih bernama Parade Film Purbalingga (PFP).

Parade Film Purbalingga salah satu programnya memutar seluruh film pendek Purbalingga yang diproduksi dari 2004 hingga 2007. Total film berjumlah 30 yang sebagian adalah karya pelajar dan diputar dari pagi hingga malam hari. Selain pemutaran film, program PFP adalah diskusi, pameran, pentas seni, dan penghargaan film favorit penonton.

Rangsangan parade film pada 2007, memperkuat ditahun-tahun berikutnya untuk terus menggelar festival film hingga bernama Festival Film Purbalingga (FFP). Berbagai program memperkuat keberadaan FFP.



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*