Membaca Instalasi “Apa Ini,Apa Itu”
Seni instalasi merupakan salah satu bentuk karya seni yang masih banyak diminati oleh para perupa Indonesia.
Seni instalasi merupakan salah satu bentuk karya seni yang masih banyak diminati oleh para perupa Indonesia.
Perhelatan pameran ini sepenuhnya merupakan eksposisi atas karya koleksi Galeri Nasional Indonesia (GNI). Hanya sekitar 2,5 persen karya diketengahkan dari sekitar 1.770 karya yang kini dimiliki oleh GNI.
Leyla Aprilia (22) memamerkan sejumlah karya dalam pameran bertajuk “Menyulan Sejarah” di ruang Platform3, Cigadung, Bandung 13 Desember 2009 - 7 Januari 2010. Leyla menyulam arsip sejarah perjuangan Indonesia pada kain dan memberikan warna pada arsip itu melalui benang.
Sejumlah pengunjung memperhatikan instalasi “Maria Zaitun Pusing” karya Hanafi dalam pameran tunggalnya untuk mengenang WS. Rendra di Gedung Indonesia Menggugat Bandung
Sejak akhir Oktober lalu, ruangan terbesar di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung dilapisi kain putih. Tidak hanya lantainya. Tiga pintu lain menuju ke ruangan itu juga ditutupi kain putih. Sama seperti dindingnya. Semuanya putih seperti kain kafan.
Sekilas lukisan bertajuk “Dunia dalam Permainan” [Playing with The World] karya Ahmad Syahbandi ini memang terlihat jenaka. Namun, tidak perlu waktu lama untuk mengatakan lukisan cat minyak di atas kanvas itu ternyata sangat ‘cerewet’.
Satu yang menarik perhatian adalah karya Rennie ‘Emonk’ Agustine F dengan judul Metamor’pop’is. Dengan media kayu, ia membuat visual penis yang berukuran 50 cm hingga 90 cm. Di tiap-tiap penis yang sebetulnya tampak seperti orang bertopi sedang berdiri itu, ia menggambarkan wajah-wajah si Raja Pop Dunia, Michael Jackson yang mengalami proses perubahan alias metamorposis.
Ada sebelas tokoh dunia yang dicomot oleh Yerry Padang, seniman asal Padang tinggal di Jogjakarta, dalam lukisan yang berjudul “The A Team [on progress]“. Lukisannya dipamerkan di Taman Budaya Jogjakarta. Mereka adalah orang-orang yang mengubah dunia.
Wahyu Santoso memamerkan karya patung “Kendang” [2009] di Taman Budaya Yogyakarta dalam pameran bersama bertajuk “Borderless World”.
Johan Marais - Piper a.k.a Jomapi, anak dari Sawung Jabo-Sue Piper, menyuguhkan serangkaian ilustrasi digital dan video yang menggambarkan impian dan kemanjaan diri yang samar.
Oleh Argus Firmansah
Lima puluh tiga perupa muda sampai pelukis maestro, Srihadi Soedarsono, berpameran bersama di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, yang dibuka oleh Miranda Gultom pada Selasa [16/06/09] malam. Pameran itu bertajuk Indonesia Contemporary Drawing dengan menyajikan 73 karya dari perupa Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Bali. Pameran itu dikurasi oleh Asmujo Jono Irianto dan Hardiman yang berlangsung pada 16 Juni - 24 Juni 2009.
Oleh Argus Firmansah
Pameran ini ingin membuka persoalan sosial masyarakat Pantura yang dalam ingatan kolektif terhubung pada truk-truk gandengan atau truk yang mengangkut sayuran untuk santapan masyarakat kota. Dengan kata lain truk-truk itu dipilih tidak sekadar sebagai medium artistik atau ungkapan personal para perupa.