CCL Pentaskan Teater Air
Komunitas Celah Celah Langit [CCL] Bandung mementaskan teater berjudul “Air” di perkampungan Celah Celah Langit, Ledeng Bandung, Rabu [17/06/09]. Pementasan teater ini menceritakan tentang kesulitan manusia mencari air.
Komunitas Celah Celah Langit [CCL] Bandung mementaskan teater berjudul “Air” di perkampungan Celah Celah Langit, Ledeng Bandung, Rabu [17/06/09]. Pementasan teater ini menceritakan tentang kesulitan manusia mencari air.
Artis yang tergabung dalam Mainteater melakonkan naskah ‘Unter Eis’ [Di Bawah Lapisan Es] karya penulis Jerman Falk Richter di Amphiteater Selasar Sunaryo ArtSpace , Jumat [15/05/09] malam.
Oleh Adi Marsiela
Evi Sri Rejeki [kanan] dan Sugiyanti Ariyani memerankan dua orang pembantu dalam pertunjukan teater berjudul “Babu-Babu” interpretasi dari “Les bonnes” karya Jean Genet di Auditorium Pusat Kebudayaan Perancis, Bandung, Sabtu [07/03/09].
Oleh : Matdon*
Tiga pria tua mengenang masa lalu, masing-masing menceritakan keindahan masa remaja yang terenggut oleh waktu, mereka adalah orang-orang yang gagal menyulam masa depan. Tapi egoisme menyergap ketiganya, narsis yang kosong, sukses yang hampa, dan pembelaan diri yang sia-sia.
Oleh Adi Marsiela
Raja tua itu berdiri terpaku. Raut wajahnya menyiratkan kekosongan. Dia tidak menyangka putri sulungnya akan berkhianat dan mengusirnya dari istana. “Bicara adalah salah satu cara mempertahankan hidup,”kata si Sulung.
Oleh Ferren Bianca
Apa bedanya setan dan bintang film? Dalam perspektif Amano Tengai, setidaknya dari dua hal itu bisa dibentuk sebuah pementasan teater yang bagus. Bagus di sini yakni mendorong orang untuk mencari kelemahannya. Tapi bukan kelemahan yang di dapat, malah rasa takjub akan begitu intensnya pementasan sepanjang satu setengah jam ini.
Oleh Adi Marsiela
Menyegarkan. Itulah yang saya rasakan saat menyaksikan naskah Pagi Bening dibawakan oleh Sugiyati Suyatna Anirun dan Mohamad Sunjaya sebagai Laura dan Gonzalo dalam acara Mensyukuri 50 Tahun Studiklub Teater Bandung [STB] di Amphiteater Selasar Sunaryo Art Space, Jalan Bukit Pakar Timur, Bandung, Jumat [31/10/08] malam.
Dua anak manusia yang terpisah oleh jarak dan waktu ini memang saling menaruh hati. Keduanya jatuh cinta setelah terlibat perkelahian di sebuah bandara. Tom dan Joy pun ditangkap dan dikurung, sebelum akhirnya mereka bercumbu dalam ruang kaca, tempat mereka ditahan.
Inti dari pementasan Teater produksi dari Theatre Office Natori yang berjudul “Ketika Kita Yang Telah Mati Bangkit” adalah menceritakan tentang budaya humanisme secara universal yang terdapat di barat, eropa, dan timur yang dipadupadankan dengan drama noh yang telah memiliki pakem.
Theatre Office Natori asal Jepang mempersembahkan Pentas Teater NOH Modern berjudul “Ketika Kita yang Telah Lama Mati Bangkit” karya terakhir Henrik Ibsen. Pementasan akan digelar di Jakarta, Solo dan Bali.