Aura Magis Nyai Ontosoroh
Meski sorot lampu panggung berkedap-kedip, dialog kalimat yang terpenggal serta bayangan aktor dibalik layar terlihat, pentas teater berjudul “Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh” tetap memikat.
Meski sorot lampu panggung berkedap-kedip, dialog kalimat yang terpenggal serta bayangan aktor dibalik layar terlihat, pentas teater berjudul “Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh” tetap memikat.
Kelompok “Behindtheactors” kembali menggaungkan eksistensi kekaryaan di tangan sutradara Asep Budiman (Asbud) melalui karya “Wayang keroncong, Cuk & Cis”
Racikan sutradara dengan mewarnai humor sunda pada naskah ini tidak mengurangi sakralnya pesan moral yang disampaikan. Sentra Ganda Duit diceritakan sebagai negara yang menuhankan kekuasaan, sehingga pada perjalananya kerap diwarnai kecurangan dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Actors Unlimited pentaskan naskah karya Bertolt Brecht “Ibu Pemberani dan Anak-anaknya yang Mati di Bandung. Dalam pementasan ini perang tidak hanya soal kemenangan dan kekalahan, tetapi di dalamnya, begitu banyak hati yang perlahan kalah dan mati.
Oleh Ratu Selvi Agnesia
Pernahkah terbayangkan bila korupsi telah menyebar ke berbagai sektor di negeri ini termasuk dalam tubuh sektor minyak dan gas [Migas]? Pertunjukan teater “Ladang perminus” mengupas habis hingga ke kulit ari kasus korupsi dalam tubuh Perminus. Pementasan yang berlangsung di Bandung [6-8/08/09] dan Jakarta [12-13/08/09]mendapat sambutan hangat dari berbagai baik kalangan seniman, media, LSM, pelajar dan mahasiswa.
Teater Hoby menyuguhkan pementasan bertema “bom” di Padepokan Seni Bandung [13/08/09]. Pementasan longser disutradarai Agung Purnama Putra ini mengangkat sisi lain tentang teror di Indonesia dengan gaya humor yang khas. [Foto : Irfan Hielmy/kontributor]
.
Tony Broer mengekplorasikan kepiawaiannya dalam teater gerak yang berjudul “Tubuh Ruang Meja Merah Tumbuh Bunga Batu” di gedung Dewi Asri STSI, Bandung [03/08].
Komunitas Celah Celah Langit [CCL] Bandung mementaskan teater berjudul “Air” di perkampungan Celah Celah Langit, Ledeng Bandung, Rabu [17/06/09]. Pementasan teater ini menceritakan tentang kesulitan manusia mencari air.
Artis yang tergabung dalam Mainteater melakonkan naskah ‘Unter Eis’ [Di Bawah Lapisan Es] karya penulis Jerman Falk Richter di Amphiteater Selasar Sunaryo ArtSpace , Jumat [15/05/09] malam.
Oleh Adi Marsiela
Evi Sri Rejeki [kanan] dan Sugiyanti Ariyani memerankan dua orang pembantu dalam pertunjukan teater berjudul “Babu-Babu” interpretasi dari “Les bonnes” karya Jean Genet di Auditorium Pusat Kebudayaan Perancis, Bandung, Sabtu [07/03/09].
Oleh : Matdon*
Tiga pria tua mengenang masa lalu, masing-masing menceritakan keindahan masa remaja yang terenggut oleh waktu, mereka adalah orang-orang yang gagal menyulam masa depan. Tapi egoisme menyergap ketiganya, narsis yang kosong, sukses yang hampa, dan pembelaan diri yang sia-sia.
Oleh Adi Marsiela
Raja tua itu berdiri terpaku. Raut wajahnya menyiratkan kekosongan. Dia tidak menyangka putri sulungnya akan berkhianat dan mengusirnya dari istana. “Bicara adalah salah satu cara mempertahankan hidup,”kata si Sulung.