Musik Mulut, Manusia Koran dan Gempuran Berita
Di tengah gempuran berita, pembaca memerlukan sebuah sikap untuk menetralisir keadaan, salah satunya disimbolkan dalam adegan orang menyikat gigi.
Di tengah gempuran berita, pembaca memerlukan sebuah sikap untuk menetralisir keadaan, salah satunya disimbolkan dalam adegan orang menyikat gigi.
Sebanyak 31 band unjuk kebolehan dalam festival band “Lagu Perjuangan” di depan Mess Daerah Singkawang, Senin (12/10). Militer pun jadi rocker.
“Rap adalah cara kami melawan. Kami butuh orang-orang yang melawan bukan hanya dengan senjata tapi juga kata-kata.”
Oleh : Bambang Muryanto
Jika ada kesempatan, cobalah mengunjungi Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Memang agak jauh dari Kota Yogyakarta, sekira 45 kilometer. Tetapi setiba di sana, anda akan mendapat pengalaman berharga karena mempunyai kesempatan menyaksikan penduduk memainkan alat musik yang langka dan mungkin hanya dapat ditemukan di desa itu, namanya rinding.
Oleh Adi Marsiela
Mengusung aliran musik rock and roll, The Super Insurgent Group of Intemperance Talent, biasa disingkat The S.I.G.I.T tidak tabu untuk tampil tanpa distorsi secara langsung di depan ribuan penggemarnya.
GoetheHause menyuguhkan program musik bertajuk “Serambi Jazz”. Program ini menampilkan musisi jazz Indonesia dan Jerman.
Perhelatan musik “Titik Api” yang dikemas layaknya a tribute to Harry Roesli Jumat malam [05/06/09] dihadiri banyak musisi dan mahasiswa serta kerabat dekat Harry Roesli. Salah satunya adalah Trie Utami. Baginya sosok Harry Roesli adalah guru dan juga sahabat.
Oleh Adi Marsiela
“Bicara tentang karya almarhum, saya awalnya enggak suka. Riweuh, ribut. Saya ingat perkataan Eyang yang bilang, mbok ya kalau bikin musik itu yang enak didengar gitu loh. Setelah saya coba resapi ternyata memang ada yang berbeda dari karya beliau. Ini soal kejujuran dalam berkarya,” ungkap Yala.
Oleh Adi Marsiela
Jumat [04/06/09] malam kemarin, grup musik Mocca dipaksa untuk tidak turun dari panggung. Sedikitnya 100 penggemar mereka yang akrab disapa SF, singkatan dari Swinging Friends mendaulat Arina Ephipania sang vokalis merangkap pemain flute dan rekan-rekannya tetap tampil dalam sebuah ‘konser mini’ di Garasi Lombok 33 alias kantor Detik Bandung.
Oleh Eko Nuryono
Inilah kelompok musik yang masih teramat sederhana. Alat musiknya terbuat dari bambu dan tembikar yang mereka buat sendiri. Suara bambu menghasil nada yang berbunyi ‘Pek’ dan suara tembikar yang dikasih karet ban menghasilkan nada berbuynyi ‘Bung’, maka musik ini kemudian dinamai musik ‘Pek-Bung’.