Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Biografi Raden Saleh, Perintis Seni Rupa Kontemporer Indonesia

Menelisik perkembangan seni rupa Indonesia tentu tidak bisa lepas dari sosok Raden Saleh, sosok perintis seni rupa kontemporer Indonesia yang dilahirkan pada tahun 1807 lalu di Terboyo, Semarang, Jawa Tengah.
Jika dilihat dari karya-karyanya yang memiliki corak romantis-dramatis, pemilik nama lengkap Raden Saleh Syarif Bustaman ini sangat menguasai tentang gaya lukisan Reneisance Eropa. Hal ini tidak terlepas dari kegemarannya menggamabar sejak kecil saat bersekolah di sekolah rakyat (Volks-School).
Gambar lukisan Raden Saleh
Poret lukisan Raden Saleh | foto : http : // en.qantara.de/
Dalam melukis Raden Saleh banyak belajar pada AAJ Payen, seorang pelukis asal Belgia yang saat itu ditugaskan di Pusat Penelitian Pengetahuan dan Kesenian Pemerintah Hindia Belanda. Dari sinilah Raden Saleh mampu mendalami seni lukis Barat dan belajar teknik pembuatannya.
Pada tahun 1829 Raden Saleh hijrah ke Belanda untuk belajar lebih mendalam tentang dunia lukis. Hal ini tidak terlepas dari jasa guru lukisnya AAJ Payen yang telah merekomendasikan Raden Saleh kepada Gubernur Jendral G.A.G.Ph. van der Capellen untuk bisa diberangkatkan ke Belanda.
Misi utama Pemerintah Hindia Belanda saat itu mengirim Raden Saleh ke Negeri Kincir Anging adalah bertugas mengajari salah satu Inspektur Keuangan Belanda tentang adat-istiadat dan kebiasaan orang Jawa, Bahasa Jawa, dan Bahasa Melayu. Hal ini tertulis dalam surat seorang pejabat tinggi Belanda untuk Departemen van Kolonieen.
Foto studio Raden Saleh di Batavia, 1872
Foto studio Raden Saleh di Batavia, 1872 | wikipedia.org

Lima tahun pertama tinggal di Belanda, Raden Saleh belajar banyak tentang lukisan potret pada seorang pelukis istana bernama Cornelis Kruseman. Selain itu ia juga banyak belajar melukis tema-tema pemandangan alam alam pada pelukis  Andries Schelfhout. Kedua guru Raden Saleh saat itu merupakan seniman populer di Belanda.
Selain belajar lukis di Belanda, Raden Saleh juga sempat belajar melukis di Dresden, Jerman selama lima tahun dan diteruskan ke Weimar, Jerman (1843). Melihat kemampuan yang dimiliki Raden Saleh, pada tahun 1844 ia kembali ke Belanda dan diangkat menjadi pelukis istana kerajaan Belanda.
Dikutip dari wikipedia.org, Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman, cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas). Ekspresi yang dirintis pelukis Perancis Gerricault (1791-1824) dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam, lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu, dan ketegangan kritis antara hidup dan mati.
Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis. Konon, melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Misalnya dengan berburu singa, rusa, banteng, dll. Raden Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk menyikapi realitas. (lihat : Karya-karya Raden Saleh)
Setelah menetap di Eropa selama 20 tahun, Raden Saleh memutuskan untuk kembali ke Hindia Belanda bersama istrinya, wanita belanda yang kaya raya.  Pada tahun 1852 di Hindia Belanda, Raden Saleh bekerja sebagai konservator lukisan pemerintahan kolonial dan mengerjakan sejumlah portret untuk keluarga kerajaan Jawa.
Pada tahun 1867, Raden Saleh menikah dengan Raden Ayu Danudirja, gadis keturunan dari Kraton Yogyakarta. Bersama istri keduanya ini ia kemudian pindah ke Bogor menyewa sebuah rumah dekat Kebun Raya Bogor. 
Raden Saleh wafat pada hari Jum’at pagi tanggal 23 April 1880. Ia dikuburkan dua hari kemudian di Kampung Empang, Bogor.


Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*