Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

Beragam Tempat Untuk Memutar Film Pendek

Beragam-Tempat-Untuk-Memutar-Film-
Beragam Tempat Untuk Memutar Film Pendek

Para pembuat film pendek tentu memiliki keinginan untuk menunjukkan karya-karyanya ke hadapan publik, namun tempat untuk memutar film pendek sampai saat ini masih banyak memiliki keterbatasan. Sebagian filmmaker telah memanfaatkan festival film, pemutaran di komunitas-komunitas dan sebagian lagi mengunggahnya ke beberapa jejaring sosial dan portal video. Meski demikian masih ada juga pembuat film pemula yang terkadang masih bingung karyanya mau dikemanakan setelah diproduksi.

Beragam-Tempat-Untuk-Memutar-Film-
Beragam Tempat Untuk Memutar Film Pendek

Ada banyak tempat untuk memutar film pendek yang sebetulnya dapat dimanfaatkan oleh filmmaker, tinggal bagaimana para pegiat film bisa melakukan negosisasi dengan berbagai pihak yang dirasa memungkinkan untuk diajak  kerjasama. Beberapa tempat untuk memutar film pendek yang mungkin bisa dimanfaatkan diantaranya :

  1. Bioskop, merupakan tempat yang paling ideal untuk menikmati tayangan film, selain gambarnya yang bagus, di bioskop juga didukung dengan teknologi audio berkualitas sehingga mampu memberi kenyamanan secara audio maupun visual. Keberadaan bioskop memang disengaja untuk menikmati film, oleh karena itu ruang kedap suara dan gelap dibuat untuk mengantisipasi suara-suara dan cahaya dari luar ruang agar tidak mengganggu konsentrasi audience dalam menonton film. Sebagian besar layar bioskop yang ada di Indonesia saat ini memang tidak diperuntukkan sebagai tempat untuk memutar film pendek, namun para pembuat film pendek kini sudah bisa memanfaatkan dan memutar filmnya di bioskop misalnya di program Apresiasi Film Indonesia yang dikelola oleh Kinekita dan Platinum Cineplex Solo.
  2. Festival Film, banyak festival film yang diselenggarakan komunitas, lembaga, maupun pemerintah, baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Para pembuat karya film pendek dapat memanfaatkan festival sebagai saah satu tempat untuk memutar film pendek. Dengan mengirimkan karyanya diberbagai festival film, pembuat film dapat megenalkan dan mempromosikan karayanya pada publik yang lebih luas.
  3. Layar Tancap atau sering disebut open air cinema merupakan pemutaran film yang dilakukan di ruang terbuka seperti di lapangan, jalan atau dimanapun. Kegiatan pemutaran dengan layar tancap biasanya dilakukan oleh komunitas-komunitas film sebagai tempat untuk memutar film pendek . Di beberapa festival film biasanya juga melakukan pemutaran film dalam format layar tancap ini.
  4. Stasiun Televisi khususnya televisi lokal biasanya memiliki slot khusus untuk menayangkan karya-karya film lokal, baik untuk format film panjang maupun pendek. Kerjasama bisa dilakukan asal bisa saling menguntungkan dan tidak saling merugikan di kedua belah pihak. Yayasan Konfiden dan The Marshall Plan (TMP) pernah melakukan kerjasama dengan salah satu stasiun televisi swasta nasional sebagai tempat untuk memutar film pendek. Dari pengalaman tersebut sebenarnya televisi mempunyai peluang untuk dijadikan media partner dalam memutar karya-karya film pendek.
  5. Bioskop Alternatif. Keberadaan bioskop alternatif saat ini masih sangat terbatas keberadaannya, beberapa bioskop alternatif yang ada biasanya dikelola oleh komunitas maupun lembaga non-profit yang memang memiliki kepedulian terhadap karya-karya film alternatif. Kinoki, jaringan Kedai Film Nusantara, Kineforum Jakarta, dan Bioskop yang akan dikembangkan Koperasi Sinema Mandiri merupakan contoh bioskop alternatif yang pernah ada, saat ini ada, dan semoga keberadaanya semakin banyak di Indonesia.
  6. Moda Transportasi. Berkembangnya teknologi digital semakin mudah untuk menemukan layar berupa televisi. Di berbagai moda transportasi seperti Kereta Api, Bus Kota maupun bus Malam saat ini sudah banyak yang diberi fasilitas televisi dengan media putar VCD/DVD. Film pendek bisa saja diputar di media tersbut dengan ketentuan-ketentuan yang memang harus dibicarakan sematang mungkin dengan pihak terkait.
  7. Televisi Ruang Tunggu. Selain memanfaatkan televisi yang berada di moda transportasi,  ada juga televisi-televisi yang dipasang di ruang tunggu, baik di Terminal, Stasiun, Bandara, Apotek, Bank, minimarket atau yang lainnya. Meski tingkat kenyamanan untuk menikmati film di media tersebut sangat minim, namun sangat memungkinkan dimanfaatkan sebagai tempat untuk memutar film pendek.
  8. Toko Elektronik maupun gerai elektronik di pusat perbelanjaan seringkali memasang dummy film maupun iklan yang diputar secara berulang-ulang untuk memamerkan produk televisinya. Bisa saja televisi yang berjajar dengan berbagai ukuran tersebut akan diisi dengan film-film pendek.
  9. Karaoke, ruang karaoke sebenarnya cukup ideal untuk menonton film, selain ruangan yang kedap suara, kebutuhan sound dan televisi sudah bisa untuk menikmati film.  Perlu dicoba untuk melakukan kerjasama dengan pemilik usaha karaoke, siapa tau bisa “menghibahkan” satu ruang khusus untuk memutar film pendek.
  10. Home Video, memproduksi DVD maupunVCD yang berisi kompilasi film pendek pernah dilakukan oleh distributor film Indonesia. Para pembuat film bisa malakukan kerjasama dengan filmmaker lain untuk mengkompilasi karyanya sekaligus sebagai distributor. Teknik keroyokan ini dapat menekan biaya produksi cakram DVD/VCD karena ada beban minimal untuk cetak keping DVD. Semakin banyak filmmaker yang bisa terlibat, semakin banyak jaringan yang didapat.
  11. Internet, youtube, jejaring sosial bisa menjadi pilihan menarik sebagai persinggahan atau tempat untuk memutar film pendek.
Banyak film, Banyak tempat untuk memutar film pendek, tinggal pilih mana yang paling nyaman… Selamat berkarya, Selamat memutar 🙂


Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*