Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

ARKIPEL Loloskan 29 Film dalam Kompetisi Internasional

ARKIPEL loloskan 29 film dalam kompetisi Internasional di ajang ARKIPEL Jakarta Interntional Documentary and Experimental Film Festival 2014.  Event internasional ini akan diangsungkan dalam dua segmen, yakni sekmen Festival pada tanggal 11-18 September 2014 dan sekmen Eksibisi pada 14-21 September 2014 mendatang. Arkipel 2014 akan digelar di beberapa titik lokasi yaitu di Kineforum, Goethehouse, Graha Bhakti Budaya, Gedung Produksi Film Negara (PFN) dan Cinema XX1 TIM.

Setelah melakukan seleksi terhadap  320 film yang telah masuk, ke-29 film yang lolos menunjukkan beberapa poin dasar mengenai pandangan dunia dalam beragam pendekatan visual –moderen maupun kontemporer– yang diungkapkan melalui pertimbangan gaya, dan sebagian menunjukkan keunikan-keunikan tersendiri karena berasal dari berbagai sudut kawasan benua.

dokumentasi arkipel 2013
dokumentasi acara arkipel 2013

Sebagaimana yang dilangsir dari arkipel.org, tantangan mengenai gaya-gaya pendekatan itu antara lain mengacu pada konteks keterlibatan dan keberpihakan personal maupun kolektif, baik dalam realitas tindakan maupun ingatan atas masalah-masalah politik aktual, diaspora, yang lainan (otherness), dan kerinduan akan tanah asal. Keberpihakan dan keterlibatan tersebut di satu pihak menghasilkan beragam produksi bingkaian dokumenter semisal yang mengarah pada strategi aktivisme, pelacakan bentuk, dan pencarian estetika, sementara di sisi lain kian ingin mengajukan usul mengenai peran terbuka suatu masyarakat manusia. Di samping itu, struktur konten dari filem-filem terpilih, sebagian juga sangat mengelaborasi pola-pola konvergensi media guna menguak hal-hal fundamental yang menuntut perhatian publik terhadap visualisasi sinematik pada hari iniTantangan mengenai gaya-gaya pendekatan itu antara lain mengacu pada konteks keterlibatan dan keberpihakan personal maupun kolektif, baik dalam realitas tindakan maupun ingatan atas masalah-masalah politik aktual, diaspora, yang lainan (otherness), dan kerinduan akan tanah asal. Keberpihakan dan keterlibatan tersebut di satu pihak menghasilkan beragam produksi bingkaian dokumenter semisal yang mengarah pada strategi aktivisme, pelacakan bentuk, dan pencarian estetika, sementara di sisi lain kian ingin mengajukan usul mengenai peran terbuka suatu masyarakat manusia. Di samping itu, struktur konten dari filem-filem terpilih, sebagian juga sangat mengelaborasi pola-pola konvergensi media guna menguak hal-hal fundamental yang menuntut perhatian publik terhadap visualisasi sinematik pada hari .

ARKIPEL International Documentary and Experimental Film Festival digagas oleh Forum Lenteng untuk membaca fenomena global dalam konteks sosial, politik, ekonomi dan budaya melalui sinema. Melalu media filem yang diharapkan dapat melihat, bagaimana sinema berperan dalam menangkap fenomena masyarakat global, baik dalam konteks estetika maupun konteks sosial-politiknya melalui bahasa dokumenter dan ekperimental.

ARKIPEL diniatkan untuk dapat menghadirkan filem dokumenter berkualitas (bukan dokumenter televisi) dan capaian eksperimentasi dalam sinema kepada penonton Indonesia, Asia Tenggara dan Internasional. Selain itu, festival ini akan selalu melihat perkembangan bahasa sinema secara kritis, terlepas dari terminologi “sinema industri” atau “sinema independen”. Untuk itulah, ARKIPEL akan selalu menghadirkan wacana kritis dalam melihat perkembangan sinema melalui program kuratorial, simposium, dan kuliah umum untuk menambah wawasan tentang perkembangan estetika sinema mutakhir.

Forum Lenteng adalah organisasi non-profit berbentuk perhimpunan dengan anggota individu yang didirikan oleh pekerja seni, peneliti budaya, mahasiswa komunikasi/jurnalistik pada tahun 2003, yang bekerja mengembangkan pengetahuan media dan kebudayaan melalui pendidikan alternatif berbasis komunitas. Forum ini bertujuan menjadikan pengetahuan media dan kebudayaan bagi masyarakat untuk hidup yang lebih baik, terbangunnya kesadaran bermedia, munculnya inisatif, produksi pengetahuan, dan terdistribusikannya pengetahuan tersebut secara luas.

ARKIPEL Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival 2014
Poster ARKIPEL Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival 2014

29 Film yang lolos Arkipel 2014 diantaranya :

  1. Gli ImmacolatiRonny Trocker, France/Italy (2013, 14 min)
  2. Post ScriptumSantiago Parres, Spain (2013, 8 min)
  3. Genre Sub GenreYosep Anggi Noen, Indonesia (2013, 12 min)
  4. Une Histoire Seule | Xurxo Chirro & Aguinaldo Fructuoso, Spain (2013, 66 min)
  5. Lembusura | Wregas Bhanuteja, Indonesia (2014, 10 min)
  6. Bois d’Arcy | Mehdi Benallal, France (2013, 24 min)
  7. Uyuni | Andrés Denegri, Argentina/USA (2005, 8 min)
  8. Sun Song | Joel Wanek, USA (2013, 15 min)
  9. Tabato | Joāo Viana, Portugal/Guiné (2013, 16 min)
  10. Au Monde AKA Into the World | Christophe Bisson, France (2013, 41 min)
  11. Gundah Gundala | Wimar Herdanto, Indonesia (2013, 8 min)
  12. 5 – 9 | Ulf Lundin, Sweden (2013, 8 min)
  13. The Park | Monica Proba, Turkey/Poland (2014, 34 min)
  14. Historias de Balcones AKA Balcony Tales | Helle Windeløv-Lidzéllius, Denmark/Cuba (2013, 36 min)
  15. Grito AKA Scream | Andrés Denegri, Argentina (2008, 20 min)
  16. Avō Cortiço AKA Grandfather Cortiço | Ricardo Batalheiro, Portugal (2012, 21 min)
  17. The Shadow of Your Smile | Alexei Dmitriev, Russia (2014, 3 min)
  18. Playing with Fire | Anneta Papathanassiou, Greece (2013, 58 min)
  19. Asier ETA Biok AKA Asier AND I | Amaia Merino, Spain/Ecuador (2013, 94 min)
  20. Ioann & Marfa | Nikolay Volkov, Russia (2013, 39 min)
  21. Ocho Décadas Sin Luz AKA Eight Decades Without Light | Gonzalo Egurza, Argentina (2014, 8 min)
  22. Diario de Pamplona AKA Diary of Pamplona | Gonzalo Egurza, Argentina (2011, 17 min)
  23. Alles Was Irgendwie Nutzt AKA All What Is Somewhat Useful | Pim Zwier, Germany/Netherlands (2013, 8 min)
  24. Emak Bakia Baita AKA The Search For Emak Bakia | Oskar Alegria, Spain (2012, 83 min)
  25. Renai No Daikyouen AKA Banquet of Love | Haruka Mitani & Michael Lyons, Japan (2014, 7 min)
  26. Lúa AKA Moon | Miguel Mariño, Spain (2014, 10 min)
  27. Today’s Walk – Concrete Aluminum | Paul Agusta, Indonesia (2013, 6 min)
  28. Broken Tongue | Mónica Savirón, USA (2013, 3 min)
  29. Codes of… Senses | Roser Teresa Gerona Ribas, Spain (2013, 5 min)

Venue Penyelenggaraan Arkipel 2014 :

kineforum
Taman Ismail Marzuki
(Belakang Galeri Cipta 3)
Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat – 10330
GoetheHaus
Pusat Kebudayaan Jerman – Jakarta 
Jl. Sam Ratulangi 9-15
Jakarta – 10350
Graha Bhakti Budaya
Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat – 10330
Gedung PFN (Produksi Film Negara)
Jl Otto Iskandardinata 125-127
Jakarta – 10330 
 
Cinema XXI TIM
Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat – 10330


Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*