banner ad

Agenda di Balik Perseteruan Etnis

afp

Oleh Kuban Abdymen

BISHKEK (IPS) – SEMENTARA media lokal dan internasional melaporkan perselisihan di selatan Kyrgyzstan yang dibaluti rivalitas antara komunitas Kyrgyz dan Uzbek pada 19 Mei 2010, kedua kelompok etnis itu justru bersatu melawan pasukan yang loyal kepada presiden terguling Kurmanbek Bakiyev.

“Perselisihan di Jalal-Abad pada 19 Mei 2010 merupakan reaksi dari orang-orang Uzbek dan Kyrgyz atas upaya para pendukung Bakiyev untuk menggulingkan pemerintah sementara,” ujar analis politik independen Mars Sariev kepada IPS dalam sebuah wawancara.

Sumber-sumber di Jalal-Abad mengatakan, sebuah kelompok bersenjata menyerang Teyit, desa mantan presiden itu, dan membakar rumah Bakiyev. Tapi perlahan menjadi jelas bahwa rumah “Black Aibek”, seorang pria dengan catatan kriminal, juga dibakar.

Seratusan pendukung Bakiyev, beberapa di antaranya bersenjatakan senapan otomatis, mengepung gedung pemerintah daerah tapi dihalau balik oleh orang-orang Uzbek dan Kyrgyz yang mendukung pemerintah sementara.

Aibek, dalam sebuah wawancara di suratkabar Moskovsky Komsomolets sesudah kejadian itu, mengatakan bahwa dia tak tertarik politik dan menyalahkan Kadirjan Batyrov, pemimpin dan pengusaha lokal yang berpengaruh, atas kekerasan itu.

Beberapa tahun lalu, karena pengaruhnya, Aibek dikeluarkan dari penjara untuk melawan pengaruh Batyrov, seorang pemimpin Uzbek dan kepala urusan politik rezim Bakiyev.

Para pendukung Bakiyev juga menuduh Batyrov berada di balik pembakaran rumah keluarga mantan presiden, yang meninggalkan negeri ini bulan lalu dan kini tinggal di pengasingan di Belarus.

Pembakaran rumah Bakiyev pada malam Jumat pekan lalu merupakan puncak dari kekerasan selama dua hari di Jalal-Abad. Kekerasan itu meletus setelah seratusan pendukung Bakiyev, beberapa di antaranya memegang senapan otomatis, menguasai bangunan pemerintah daerah setelah mengepungnya sehari sebelumnya.

Para pendukung Bakiyev diusir oleh para pendukung pemerintah sementara, yang beberapa di antaranya adalah etnis Uzbek. Ini menyebabkan persepsi lokal bahwa komunitas minoritas itu memperoleh pengaruh politik di wilayah itu dengan mengorbankan Kyrgyz.

Batyrov, yang rendah hati, muncul setelah peristiwa April itu saat Bakiyev digulingkan dari kekuasaan di tengah perselisihan antara pasukan pemerintah dan para demonstran yang menewaskan 90 orang.

Konfrontasi bersenjata di Jalal-Abad mengakar dalam persepsi publik bahwa pejabat sementara gubernur provinsi itu, B. Asanov, memberi dukungan kepada Batyrov dan karenanya kepada Uzbek juga.

Ketegangan mendidih antara orang Kyrgyz dan Uzbek di selatan daerah itu, yang berbatasan dengan Uzbekistan, sejak 1990 saat kekerasan pecah antara dua kelompok itu yang menewaskan ratusan orang.

Ketegasan Batyrov dilihat sebagai tantangan demi persatuan nasional dan dukungan terhadap kepentingan Uzbek di daerah itu, termasuk pengakuan Uzbek sebagai bahasa resmi yang setara dengan bahasa Rusia.

Pada Maret 1996, Konstitusi diamandemen untuk menjadikan Rusia sebagai bahasa resmi, bersama Kyrgyz, tapi bahasa lain, termasuk Uzbek, tak mendapat pengakuan.

Pidato Batyrov, yang berulang kali disiarkan stasiun televisi lokal di wilayah Osh dan Jalal-Abad, menimbulkan ketidakpuasan di kalangan penduduk. Peringatan dari sejumlah tetua yang berpengaruh untuk tak mengangkat masalah bahasa yang begitu sensitif diabaikan.

Negosiasi dengan para tetua Uzbek menunjukkan mayoritas Uzbek menentang Batyrov, yang dengan cepat terisolasi bersama kelompok bersenjatanya. Aksi damai yang diselenggarakan pada 19 Mei 2010 ditujukan untuk menekan pemerintah sementara untuk mengadili Batyrov dan mengganti pejabat sementara gubernur Asanov.

Sariev mengatakan pemerintah sementara “tak membaca situasi sebelum aksi itu dimulai”. Pada saat wakil pemerintah sementara tiba di Jalal-Abad, tembakan sudah dilepaskan.

Menurut saksi mata, ribuan orang berkumpul di arena pacuan kuda kota di Jalan-Abad dan kemudian membelah jadi dua kelompok. Satu kelompok menuju gedung pemerintah daerah untuk menuntut pengunduran diri gubernur Asanov. Kelompok lainnya mengepung gedung “University of Friendship of Peoples”, milik Batyrov.

Pasukan khusus mencoba menghalangi massa yang marah masuk ke gedung universitas dengan menembak ke udara. Para pendukung Batyrov juga melepaskan tembakan dari dalam universitas, menewaskan dua orang dan melukai 90 orang.

Batyrov menghilang secara misterius dan keberadaanya tak diketahui.

Menurut Ismail Isakov, wakil pemerintah sementara, Batyrov sekarang menjadi buron.

Isakov berjanji mengganti gubernur dan mengambil tindakan terhadap saluran Osh TV dan Jalal-Aabad Mezon TV yang menyiarkan pidato berkobar-kobar Batyrov.

Pada pertemuan dengan wakil dari Bishkek, tetua Uzbek mengumumkan bahwa mereka tak punya rencana melawan orang Kyrgyz dan tak ada seruan yang perlu dikhawatirkan mengenai ketegangan etnis.

Kyrgyz, orang-orang Turkic, berjumlah 69 persen dari sekira lima juta warga Kyrgyzstan, diikuti Uzbeks dengan 15 persen tapi terkonsentrasi di selatan. Kelompok etnis Rusia berjumlah sembilan persen dan kelompok-kelompok kecil tak sampai dua persen seperti Tatar, Tajik, Uyghur, Kazakh, dan Ukrainian.

Menurut seorang anggota pemerintah sementara dan orang asli Jalal-Abad, Omurbek Tekebayev, keadaan darurat yang diberlakukan di daerah itu akan ditingkatkan pada 1 Juni dan takkan menganggu referendum Konstitusi yang dijadwalkan pada 27 Juni 2010.

Hasil referendum akan memutuskan apakah Kyrgyzstan beralih ke demokrasi parlementer, atau tidak.[]

Translated by Basilius Triharyanto
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama IPS dan Yayasan Pantau

Filed Under: social

Tags: , ,

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.