Kampung GaSS Untuk 200 Tahun Bandung

Sekitar 200 artis asal Bandung berpartisipasi dalam acara “Kreasi Musik Panggung Gabungan Artis dan Seniman Sunda” (Kampung GASS), Rabu (10/02/10) di Lapangan Gasibu Bandung.
Kampung GaSS dibuka oleh Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Barat Lex Laksamana dan Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda. Kampung GaSS tidak hanya menampilkan musik masa kini tapi juga menampilkan seni tradisional Sunda diantaranya Rampak Gendang, Sisingaan, dan wayang golek si Cepot.
Melly Goeslaw selaku ketua panitia dan ketua GASS mengatakan acara yang digagas artis dan seniman asal Bandung ini untuk menyambut hari jadi 200 tahun kota Bandung. Selain itu konser ini juga sebagai bentuk kepedulian kepada seniman Sunda yang kekurangan secara materi dan kesehatan.
“Jika ada hasil atau dana lebih dari gelaran “Kampung GaSS” akan digunakan untuk membantu seniman yang sudah sepuh atau sakit sebagai wujud kekeluargaan GaSS,” ungkap Melly.
Artis dan seniman yang turut berpartisipasi, diantaranya Darso The Phenomenon, Pas Band, Seurius, Kuburan, Marry Jane, Melly Goeslow, The Titans, Burgerr Kill, Laluna, She, /rif, Gigi, Evie Tamala, Ahmad Albar, Pure Saturday, Saung Angklung Udjo, The Changcuters, dan lain-lain.
Artis dan seniman yang berpartisipasi dalam acara ini semuanya tidak dibayar. “Ini adalah salah satu wujud cinta kami kepada Bandung yang telah memberikan inspirasi dan kreativitas sehingga kami para artis dapat berkarya sampai sekarang,” kata Melly.
Dalam acara ini Gabungan Artis dan Seniman Sunda (GaSS) juga memberikan penghargaan kepada Harry Roesly (alm), Tati Saleh (alm), dan Gugum Gumbira atas jasa mereka.
Acara Kampung GaSS didukung oleh Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat yang menelan biaya 400 juta rupiah ini sejak Rabu pagi dihadiri sekira ribuan penonton. Serta dikawal ketat oleh dua pawang hujan.[]
Filed Under: music

