TUAN BOEDIONO-AHMAD HERYAWAN HAMBAT BALA BANTUAN KORBAN LONGSOR DEWATA

Mobil logistik semi amfibi PMI tertahan sejak pukul 06.00 WIB di Pos Penjagaan V lantaran rombongan Wapres Boediono akan datang.
Teks dan foto: Prabowo Setyadi
Hari kedua 24 Februari 2010 pukul 8.00 WIB bencana alam longsor yang terjadi di perkebunan teh dewata, Desa Tenjolaya, kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. milik PT. Chakra sama sekali tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan. Bala bantuan yang terdiri dari PMI, tim Rescue Tagana, Tim Rescue Dinas Sosial Republik Indonesia, tim logistik,dll terhambat dan tertahan di pintu masuk pos 5 perkebunan teh dewata oleh kedatangan gubernur jawa barat Ahmad Heryawan dan Wakil Presiden Boediono yang sedang tersangkut kasus bank century ketika meninjau lokasi longsor.
Menurut polisi yang bernama Sudi yang mengatur keluar masuk kendaraan dan masyarakat yang akan menu lokasi longsor semua kendaraan bantuan bencana serta dari media baru bisa masuk lokasi longsor setelah kunjungan ahmad heryawan dan boediono selesai. Itu pun memakan waktu lama sekitar hampir 4 jam.

“Kenapa mobil-mobil pejabat itu boleh masuk, Pak?! Apa pentingnya mereka masuk ke lokasi,” kata frino dari beritaseni.com ketika menanyakan kenapa para pejabat daerah seperti kepala dinas diperbolehkan masuk lokasi longsor.
“Anda mencari ribut dengan saya. Kalau mau masuk silahkan memakai ojeg saja,” lanjutnya sudi.
Tidak lama kemudian saya menanyakan bagaimana dengan para tim relawan dari PMI, Tim Rescue Tagana, Tim Rescue Dinas Sosial Republik Indonesia,dll? Sudi mengatakan,” tunggu WAPRES selesai mengadakan tinjauan baru boleh masuk,jawabnya.
Para bala bantuan tersebut dihambat oleh protokoler kenegaraan yang dirasakan sangat tidak diperlukan pada saat genting seperti ini. Hanya satu mobil dari dinas sosial Republik Indonesia yang mengangkut alat-alat dapur untuk pengungsi korban longsor yang diperbolehkan masuk, itupun juga harus melalui proses lobi yang sangat sulit.
PMI misalkan seperti yang diutarakan oleh bapak kalianda 54 tahun yang telah beberapa kali terlibat dalam evakuasi bencana seperti ini menuturkan bahwa dia bersama rekannya telah sampai di pintu masuk pos 5 perkebunan teh Dewata pukul 6 pagi belum dapat masuk membawa sebuah kendaraan taktis penanggulangan bencana berupa semi amfibi dari kota Bogor. Mereka tertahan oleh protokoler kenegaraan boediono dan ahmad heryawan.
“Yang harus di utamakan adalah bagaimana untuk mencari para korban. Bukan kunjungan kedua pejabat tersebut,” papar pak Kalianda.
Yang sangat memilukan hati adalah ketika ambulance dari Institut Teknologi Bandung hendak keluar dari pos 5 perkebunan teh Dewata untuk membawa dua mayat korban longsor yang berhasil ditemukan juga ikut terkena efek dari kunjungan para tuan-tuan itu. Tim evakuasi awalnya diminta untuk memutar dan menunggu. Namun atas desakan para relawan dan masyarakat yang hadir di pos 5 tersebut akhirnya ambulance yang membawa mayat korban longsor tersebut diperbolehkan melanjutkan membawa kedua korban tersebut bersama keluarganya. Kedua korban tersebut bernama bapak Jajang 56 tahun dan Ibu Cicih 55 tahun.
Pukul 10.45 WIB kemudian rombongan tuan-tuan besar tersebut sampai di pos 5 dengan pengawalan yang sangat-sangat ketat dengan perangkat Polisi militer, PASPAMPRES serta tim JIHANDAK. Tuan besar tersebut hanya melambai dan senyum tersungging dari mulut nya kepada masyarakat yang hadir di pos 5 tersebut.
Lalu kemudian tepat dibawah para tim penanggulangan bencana dan tim media menunggu untuk diizinkan masuk lokasi bencana longsor terdapat sebuah sekolah dasar. Anak-anak SD tersebut berjajar rapih di pinggiran jalan yang becek untuk menyambut kedatangan tuan-tuan besar itu dengan bersorak-sorai,” horreeeeeeee.”
Tepat dilokasi longsor beberapa warga mengatakan kunjungan kedua pejabat negeri itu tidak membawa hasil menggembirakan warga korban longsor.
“Mereka hanya datang meninjau tanpa adanya bantuan apapun,” kata Dadang yang rumah-nya berada dalam radius kurang-lebih 15 meter dari batas tanah yang menghancurkan 3 RT.
Baru pada pukul 4 sore para bala bantuan tersebut berhasil tiba di lokasi bencana longsor.[]
Filed Under: social



satu hal, memang bagusna budi anduk yg dateng.
meski ga bawa bantuan, setidaknya bisa menghibur masyarakat yg berduka dan kehilangan.
mantap wo..ini tulisan bagus dari segala tulisan soal longsor di ciwidey….
bravo