banner ad

Tiga korban dan 150 ribu rupiah

jenazah-weni-dan-asni

Teks/foto : Prabowo Setyadi

Tiga korban kembali ditemukan pasca bencana longsor di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu. Kabupaten Bandung yang menenggelamkan 47 rumah.

ibu-ihah-hasilah-bersyukur-suaminya-telah-ditemukan Korban pajatertama dan kedua ditemukan secara bersamaan dalam keadaan saling berdampingan yaitu, Weni (26 tahun. perempuan) dan Asni (3 tahun.perempuan). Weni merupakan seorang pembantu rumah tangga Kepala ADM PT.CHAKRA. Perkebunan Teh Dewata. Sedangkan Asni merupakan putri dari Kepala ADM tersebut.

Korban ketiga adalah Hadin Komarudin yang baru 3 minggu diangkat menjadi mandor besar PT.CHAKRA.Perkebunan Teh Dewata. Hadin merupakan suami dari ibu Ihah Hasilah (42 tahun).

Sempat terjadi keributan antara pihak keluarga dari almarhum Hadin Komarudin dengan Supir Ambulance PMI kota bandung. Pak Ajat adik dari Hadin mencoba meminta pengertian dari pihak supir PMI tersebut agar segera membawa jezanah Hadin secepatnya ke Singaparna,Tasikmalaya. Menurut Ibu Ihah, jenazah Hadin memang sudah direncanakan akan dimakamkan di Tasik. Bersebelahan dengan makam ibunda Handi.

Keributan tersebut dipicu karena supir tersebut meminta tambahan uang transport sebesar 150 ribu rupiah. Namun hal tersebut langsung dibantah oleh sang supir. Dia mengatakan kalau kondisi mobil ambulance PMI tersebut memang tidak layak untuk dipakai untuk perjalanan keluar kota.

Keributan tersebut dapat dilerai setelah pihak kepolisian, TNI dan tim evakuasi berhasil menenangkan Ajat yang marah sambil mengacung-ngacungkan al-qur’an. Dan akhirnya jenazah Hadin segera dipindahkan ke ambulance PMI lainnya sebuah kendaraan ambulance berupa elf.

Sedangkan pencarian korban lagi-lagi terhenti karena hujan. Menurut rencana hari Selada, 2 Maret 2010 merupakan hari terakhir evakuasi.[]

Filed Under: social

Tags:

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.