Tabungan Sepeda Untuk Dasep

Teks dan foto: Prabowo Setyadi
Hari ketiga, Kamis, [25/02/2010) tim evakuasi korban bencana alam longsor di Perkebunan Teh Dewata, Desa Tenjolaya, kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. milik PT. Chakra menunjukkan kinerja yang baik. Satu demi satu korban ditemukan. Sampai sore kemaren tim evakuasi telah menemukan 19 jenazah korban. Sementara cuaca di Kampung Dewata, Desa Tenjolaya tak menentu.
Saya dan Frino menginap di rumah Samsu yang dijaga oleh keponakannya bernama Dadang. Saat ngobrol tiba-taiba kami mendengar suara isak tangis di depan pintu rumah. Kami keluar untuk melihat. Seorang laki-laki bernama Adi sedang menangis. Ia kehilangan ibunya, Oneng (45) dan anaknya bernama Dasep (4,5 tahun). Ia baru sampai pada hari ke-2 ketika mengetahui berita bencana di televisi. Saat itu juga ia berangkat dari Jakarta menuju kampung halamannya. Ia menitipkan motornya di warung tempat ia menonton televisi.
Tidak mudah perjalanan Adi. Ia juga sempat terhalang karena Wapres Boediono sedang dalam perjalanan menuju lokasi longsor.
Malam itu ia benar-benar sangat sedih. Ayahnya bernama Dadang sudah seperti orang gila. "Stress, si ayah ga tau kemana sekarang" kata Adi. Sebelum kejadian ia sempat ditelepon ibunya, kalau si Dasep, ingin dibelikan sepeda. "Nyak....artos na geus ayak...hasil tabungan," kata Adi sambil terisak. Ia sendiri baru pisah dengan isterinya dan baru 2 bulan bekerja di Jakarta.
"Iklaskan saja Di.." kata Pak Dadang. "Anggap saja itu tabungan untuk Dasep di surga, iklaskan...."
Esok paginya, Kamis, Adi sudah berjalan menuju rumahnya yang tertimbun. Tandanya sebuah pohon nangka yang masih berdiri. Wajahnya masih terlihat sembab. Ia tak banyak berbuat apa-apa. Mempercayakan sepenuhnya kepada tim untuk mencari jenazah ibu dan buah hatinya. Setelah beberapa jam, pada sore hari yang hujan, berdasarkan laporan Andry Haryanto (detikbandung), jenazah Oneng (45) ditemukan oleh tim evakuasi.
Takdir tak dapat ditolak. Tabungan sepeda untuk Dasep pun akhirnya tinggal kenangan. Satu hal yang masih menyesakkan hati Adi yaitu, Dasep si buah hati belum ditemukan.[]
Filed Under: social

