Hari Hening Terakhir
Nama seniman yang memanfaatkan keterampilan tangan dalam menggubah berbagai citra adalah R. Yuki Agriardi. Ia menggubah segalanya.
Ia menggubah citra keseharian dan imajinasi, memori-petualangan kanak-kanak, dan ketertarikannya pada dunia binatang. Tujuannya bisa jadi untuk sebuah paradi, memorabilia, trofi, petualangan, atau dalam istilah pribadi Yuki “hadiah untuk sejarah hidup”.
Kini ia berpameran di Platfrom 3, Jl. Cigadung Raya Barat No. 2 Bandung, yang memamerkan hasil “penjelajahan” peristiwa letusan Gunung Krakatau tahun 1883.
Pada karya yang dipamerkan ia tidak memusatkan pada hingar-bingar peristiwa yang menewaskan 36.000 jiwa, ia memusatkan perhatian pada momen hening.
Yuki tertarik pada satu momen sebelum semua itu terjadi. Dan ia menemukan bahwa sebelum segalanya memuncak, ada momen saat semua makhluk hidup merasakan gejala kekhawatiran untuk berbagai alasan yang tidak jelas.
“Momen dimana kita (seharusnya) tidak berpikir apa-apa, tetapi merasakan hampir segalanya,” kata Yuki.
Seperti apakah karya Yuki? Datang saja ke Platform 3, Bandung, dari tanggal 22 Januari – 12 Februari 2009. []
Filed Under: agenda

