banner ad

Pengrajin Batik Ciamisan Kembali ke Pengolahan Tradisional

20-pameran-batik-adi2


Oleh Adi Marsiela

Pengukuhan dan pengakuan Batik Indonesia sebagai salah satu warisan budaya tak benda oleh UNESCO membawa dampak positif. Salah satunya membangkitkan kembali gairah pengrajin batik di Ciamis. “Sejak krisis moneter dulu kami terpuruk. Malah ada yang berhenti produksi,” kata Sekretaris Koperasi Rukun Batik Otong Kardiman di sela-sela acara Sarasehan Batik Jawa Barat di Bandung, Kamis (19/11).


Menurut Otong, keterpurukan usaha itu mengakibatkan sekitar 415 pengrajin di Ciamis tidak lagi memproduksi batik dengan cara tradisional. “Produksi memang masih berjalan tapi dengan cara printing (cetak).”


Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat Komarudin Kudiya menyambut gembira keinginan para perajin batik Ciamis yang kembali ke cara tradisional. Karena, sambung dia, produksi tekstil bermotif batik akan menurunkan dan menjatuhkan harga batik. “Kalau sudah begitu maka margin keuntungan akan sedikit, bisa-bisa tidak ada yang mau lagi membatik,” paparnya.


Untuk membantu pengusaha dan pengrajin di Ciamis, Komarudin menyarankan agar mereka mau bermitra dengan pengusaha batik yang sudah lebih mapan. “Kalau bisa ‘menempel’ dulu sehingga sudah ada pasarnya. Jadi tidak terlalu berat untuk pengrajin yang memang memulai dari awal lagi.”


Salah satunya, kata dia, adalah pendampingan yang dilakukan oleh Rumah Batik Komar dengan Batik Bintang Pustaka di Ciamis. “Mereka belajar, dibantu membuat sketsa, cap, sampai bimbingan membuat workshop. Ini semua dibiayai oleh yayasan,” terang Komarudin.


Dia optimis upaya ini bisa membuahkan hasil. Apalagi, setelah pengukuhan dan pengakuan Batik Indonesia oleh UNESCO, penjualan batik di Jawa Barat meningkat antara 50 sampai 100 persen.


Komarudin mengungkapkan sebelum adanya pengakuan itu, pendapatan sekitar 2.700 perajin di 14 kabupaten dan kota mencapai Rp 10 miliar setiap bulannya. “Tapi setelah adanya pengakuan meningkat sampai Rp 20 miliar dalam satu bulan,” tukasnya.


Dalam acara sarasehan tersebut, yayasan itu juga meluncurkan Buku Saku Batik Jawa Barat yang berisi 200 motif dari Batik Ciamis, Cirebon, Garut, Tasikmalaya, Kuningan, dan Indramayu. Buku setebal 144 halaman itu berisi gambar motif batik lengkap dengan warna dan keterangan nama motifnya. “Ini baru buku pertama. Karena motif batik itu di Jawa Barat bisa lebih dari 5 ribu jenis. Karena Cirebon saja jumlahnya motifnya lebih dari 2 ribu jenis,” kata Komarudin. []

Filed Under: fashion

Tags: , ,

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.