Tiarma : Butuh Kejelian Mengolah Tradisi

Dibutuhkan kejelian dalam mengolah tradisi kita, bukan untuk
melestarikan, tapi menghidupkannya dalam konteks hari ini, agar
bermakna dalam cakrawala seni global.
Pernyataan tersebut diungkapkan Tiarma Sirait salah seorang seniman
kontemporer Indonesia yang mengikuti pameran seni rupa bertajuk
Indonesia Art Today di Jakarta. Pada karya berjudul “FASHIONVAGANZA” a
parody of Fashion World ini ia menggunakan kain batik untuk
mengeskpresikan kegelisahan dirinya.
Kain-kain batik itu diolah sedemikian rupa sehingga menjadi pakaian
yang biasa kita lihat dalam pesta-pesta topeng ala orang Barat.
Sekilas memang tampak seperti pakaian Eropa tapi ternyata bukan. Ia
hanya mengambil polanya saja.
“Saya rasa menjadi tugas seorang perupa seperti saya untuk mengolahnya
sehingga bisa menjadi karya kontemporer yang diapresiasi dan diminati
publik lintas benua,” ungkap Tiarma.
Parodi
Dalam parodi fashion performance yang digelar dalam acara pembukaan
Bazaar Art Jakarta “Indonesia Art Today” di Ballroom I, The Ritz
Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta, Tiarma ingin mengekspresikan
keberagaman keindahan yang stereotip yakni mengutamakan bentuk tubuh
yang ideal, proporsional dan selalu tampil cantik.
Ia menampilkan secara parodi tentang keindahan tersebut. Menurut Tiarma keindahan ideal seperti itu tak semuanya bisa digapai, malah
menurut Tiarma selalu berbanding terbalik dengan estetika kenyataan
kita sehari-hari yang justru lebih manusiawi.
“Saya ingin menampilkan maskot saya yang sekalipun tubuhnya gemuk,
tidak cantik, tapi lucu dan mengundang orang untuk lebih bersimpati
karena kecantikan seperti ini lebih natural dan wajar,” ungkap Tiarma.
Dengan kata lain “Indah itu tidak selamanya harus punya bentuk yang
ideal tetapi sesuatu yang lucu dan menggugah hati manusia,” ungkap
Tiarma. []
Filed Under: fashion

