banner ad

Sepenggal Kisah Pembuat Angklung

ahmad-rosidi-saung-udjo-frino

Oleh Frino Bariarcianur

Ahmad Rosidi [58] atau biasa dipanggil Pak Rahmad asyik meraut bambu untuk dijadikan alat musik angklung. Ia bekerja dari pukul 10 pagi sampai 5 sore. Pekerjaan ini telah dilakoninya selama 33 tahun.

Pak Rahmad bekerja sejak almarhum Mang Udjo membuat angklung pertama kali. “Saya bekerja sejak Mang Udjo masih hidup sampai cucunya yang mengelola Saung Mang Udjo ini,” kata Pak Rahmad sambil meraut bambu.

Saung Mang Udjo memproduksi angklung dalam satu bulan bisa mencapai 20 ribu buah. Alat musik ini ada yang dikirim ke luar negeri, beberapa daerah di Indonesia serta untuk kebutuhan Saung Mang Udjo sendiri. Pak Rahmad tidak saja membuat angklung, tapi juga mengurusi soal pemilihan dan pembelian bambu yang layak untuk dijadikan angklung. Ia bisa dikatakan seorang guru atau orang yang sangat ahli membuat angklung.

Di rumahnya sendiri ia juga membuat workshop yang diperuntukkan buat anak-anak muda putus sekolah. Ini dilakukan agar anak-anak muda di sekitar rumahnya memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menafkahi hidup. Apalagi di jaman susah seperti saat ini seseorang haruslah memiliki keterampilan. Diantara anak-anak muda tersebut menurut Pak Rahmat,”Ada juga yang kena PHK dari pabrik, mereka menganggur lalu saya ajarkan cara membuat angklung.”

Dengan harapan setelah mandiri mereka mampu membuat angklung sendiri. Telah banyak lulusan workshop Pak Rahmad yang kini menjadi salah satu pemasok angklung-angklung di Saung Mang Udjo. Ia merasa bahagia jika hasil kerja anak-anak muda tersebut bisa dihargai. [FB]

Filed Under: social

Tags: ,

Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. badrus says:

    wahhh bagus bener tulisanny.,.

  2. badrus says:

    wow menarik….

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.