banner ad

Mie Kocok Alkateri

mie-kocok

Jamilah [45] bersama suaminya, Abun berdagang mie kocok sejak tahun 1970-an. Dulu sebelum berdagang tetap mereka menjual dagangan dengan memikul berkeliling kota. Dari dagangannya mereka sanggup menyekolahkan anak-anak sampai ke perguruan tinggi.

“Dari jualan mie ini, saya bisa menyekolahkan anak-anak,” ujar Jamilah sambil meracik mie kocok.

Anaknya kini sudah bekerja di accounting public dan satu lagi tengah menyelesaikan skripsi. “Saya tidak tahu apakah kedua anak perempuan saya akan melanjutkan jualan mie kocok,” ujar Jamilah. Tapi ia tak kecewa. Jamilah terus meracik mie kocok. Bulir-bulir keringat terlihat di wajahnya.

Jika ingin mencoba, silakan datang dan rasakan mie kocok Bu Jamilah dan Pak Abun di jalan Alkateri Bandung tepat di depan warung kopi Purnama. []

Filed Under: social

Comments (3)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Deni_borin says:

    enakan mana sama Mie tulang yg di wastukencana tea ya? mmmm….
    bagus tuh bang diprofilin juga… :)

  2. frino says:

    mmhhh…mie tulang wastukencana punya rasa yang berbeda. punya khas masing-masing Den. Mie kocok yang ini patut dicoba kok.

  3. Aldi says:

    numpang info gan…ada satu lagi nih mie kocok, yang pasti mie kocok yang satu ini beda bgt deh rasanya ama yang lain…kalo menurut aku sih lebih enak ya…www.miekocokgatsoe.com

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.