banner ad

Di Bawah Lapisan Es

Mekanisme dari rasa takut, menggambarkan juga tentang fantasi seseorang tanpa henti. Mekanisme ini memang berlebihan tapi juga sangat realistis.

Kiranya itulah beberapa kisah dalam pertunjukkan teater multimedia garapan Mainteater Bandung bertajuk “Di Bawah Lapisan Es” [unter Eis] yang menyuguhkan pengalaman luar biasa dari rasa dingin dan kosong dari kemustahilan metafisik.

Tidak hanya itu pertunjukkan ini pun menghadirkan dialog-dialog, konflik yang sering mengutarakan ketidakjelasan dan kengerian diluar batas-batas kebenaran yang realistis. Ada juga tentang hilangnya empati yang terjadi di dalam dunia modernisme.

Kita juga dapat membaca pertunjukkan “Di Bawah Lapisan Es” sebagai sebuah naskah yang bercerita tentang titik menggelikan dalam pandangan gelap seseorang dan dunia yang tak berperikemanusiaan. Semuanya dihadirkan dalam komposisi naskah yang kaya akan ruang pemaknaan, kritik yang lugas dan tajam terhadap dunia ekonomi –khususnya dunia para konsultan dan akuntan-, bahasa yang ritmis, ironis dan satiris, tapi sekaligus juga hening dan kontemplatif, pembaca –dan kelak penonton- dapat dengan bebas berjalan-jalan sekaligus belajar.

Kita seperti berjalan dan mempelajari dunia di bawah dinginnya lapisan es.

Naskah karya Falk Richter ini disutradarai oleh Wawan Sofwan yang bekerja sama dengan Kineruku, yang khusus menghadirkan visual-visual mengagumkan.

Jika Anda kemaren terlewat menyaksikan pertunjukkan pertama di Selasar Sunaryo Art Space, Jumat [15/05/09], jangan khawatir. Silakan untuk menikmati pertunjukkan “ DI BAWAH LAPISAN ES”, pada hari Selasa-Rabu, 19 - 20 Mei 2009, pukul 19.30 WIB, di GK Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang No.1 Bandung. [FB]

Filed Under: agenda

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.