Wartawan Bandung Melukis Untuk Palestina
Teks : Kiki Kurnia
BANYAK cara orang menunjukkan kepeduliannya atas penderitaan warga Gaza, Palestina yang digempur habis-habisan oleh kaum zionis Israel. Di Bandung, puluhan wartawan foto, elektronik, maupun cetak [wartarupa] menunjukkan rasa kepeduliannya melalui melukis bertajuk “Atribute to Global Humanity” action painting with perupa Eni8ma++ di studio Jeihan, Jln. Padasuka Bandung, Sabtu [10/1/09].
Seluruh lukisan karya wartarupa dan perupa Eni8ma di pamerkan di Studio 2 Jeihan, mulai 11 - 18 Januari 2009. Selain dipamerkan, seluruh lukisan tersebut dilelang dan hasilnya akan dikumpulkan kemudian diserahkan ke bulan sabit merah Indonesia [Mercy] untuk diserahkan ke masyarakat Gaza.
Menurut Jeihan [pemilik studio Jeihan], kepedulian para wartawan terhadap apa yang terjadi di Gaza, bukan tanpa tujuan. “Mereka ingin membantu dengan kemampuan mereka. Kali ini yang bisa mereka tunjukkan dengan melukis,” ujar Jeihan yang ditemui di studionya, Sabtu (10/1).
Biasanya, ungkap Jeihan, sebuah karya seni diperuntukkan untuk seni. Tapi kali ini, seni ditujukkan untuk misi kemanusiaan atau kepedulian pada warga Gaza yang butuh pertolongan. Makanya, tema kali ini Atribute to Global Humanity yang menunjukkan simpati dan empaty para perupa Bandung dan wartawan Bandung kepada warga Gaza, Palestina yang ditindas sewenang-wenang oleh Israel.
Jeihan menilai, karya lukis dari para wartarupa Bandung dan Eni8ma merupakan bentuk ungkapan hati yang simpati dan empati kepada warga Gaza.
Pada kesempatan itu, Jeihan pun mempertontonkan keahliannya melukis di atas kanvas. Kali ini Jeihan mengambil judul “Palestina” dengan didominasi warna hitam dan merah. “Lukisan ini sebagai bentuk rasa simpati dan empati pada rakyat Palestina,” tandasnya.
Sementara koordinator wartarupa, Andi Sopiandi (Omes) mengungkapkan, ide untuk mengajak para wartawan Bandung melukis bersama sudah lama. Namun karena berbagai kesibukkan wartawan, baru kali ini bisa digelar khususnya yang bertemakan simpati pada Palestina.
“Sebenarnya, para wartarupa sudah lama mengikuti kegiatan melukis bersama di Studio Jeihan. Namun, untuk tema Palestina baru sekarang dilaksanakan,” ujarnya.
Wartawan yang mengikuti kegiatan ini, menurut Andi sebanyak 60 orang, yang terditi atas wartawan tulis (media cetak), wartawan foto (fotografer), dan wartawan elektronik (reporter tv dan radio). Andi menyebutkan, diajaknya para wartawan mengikuti melukis bersama, karena ide-ide wartawan kebanyakan spontan dan aneh-aneh, namun tidak lepas dari tema.
“Bahkan ada beberapa wartawan yang karya lukisannya sangat liar,” tandasnya.
Walaupun demikian, Andi berujar, tidak ada karya lukisan yang jelek, semuanya bagus. “Yang jelek adalah pelukisnya,” kelakar Andi mencatut perkataan Jeihan.
Selain melukis, ada sejumlah wartawan yang menunjukkan rasa simpati dan empati terhadap warga Gaza dengan puisi. Mereka membacanya dihadapan para wartarupa yang tengah sibuk menungkan idenya pada kanvas. Kegiatan ini pun mendapat dukungan dari sastrawan Prof. Dr. Jacob Somardjo dosen pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia [UPI] Bandung dan dekan seni rupa Universitas Trisakti Jakarta, Prof. Yusuf Affandi. []
Filed Under: social

