banner ad

Workshop Karya Seni Hidup

Universitas Atma Jaya, Yayasan Interkultur dan Quasi-Living Group mengundang seniman Indonesia mengikuti workshop laboratorium biologi untuk membuat sebuah karya seni hidup.

Bisa dikatakan untuk pertama kalinya di Indonesia, musisi, artis panggung dan visual bisa belajar dari pakar ilmu pengetahuan Gary Cass dari University of Western Australia tentang bagaimana cara menggunakan laboratorium ilmu biologi di Universitas Katholik Atma Jaya untuk membuat karya seni yang hidup.

Dalam workshop nanti Gary akan didampingi oleh S. Chandrasekaran, seorang seniman dan mantan kepala sekolah seni La Salle-SIA Singapore, dan Robert Finlayson, penulis dan manajer seni. Mereka bertiga inilah yang membentuk cikal bakal Quasi-Living Group.

Karya seni hidup adalah perkembangan terkini dalam teknik pembuatan seni di Australia,Eropa dan USA. Untuk membuat karya seni hidup, para seniman bekerja sama dengan ilmuan di laboratorium untuk menciptakan karya seni dari bakteri, DNA, jaringan kulit dan materi hidup lainnya.

Musik, pakaian dan gambar telah tercipta dari kolaborasi seniman/ilmuan di seluruh dunia dan dipersembahkan kepada publik dalam pameran-pameran khusus termasuk even seni skala besar seperti Venice Biennale and Documenta.

Workshop
Workhsop akan diselenggarakan di Jakarta pada 11-15 Desember 2008 Fakultas Bioteknologi di Universitas Atma Jaya, Semanggi, Jakarta. Workshop terbatas diperuntukkan bagi 25 seniman terpilih. Workshop akan dilakukan dalam bahasa Inggris dengan terjemahan bahasa Indonesia. Seniman yang berpartisipasi juga diundang untuk bergabung dengan Quasi-Living Group untuk membuat even pertunjukan yang unik di masa mendatang.

Jika Anda berminat silakan kirim curriculum vitae dan kirimkan ke interkulturyayasan@ymail.com paling lambat 15 September 2008. []

Filed Under: workshop

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. bonang teater anonimus says:

    oh gitu ya..

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.