banner ad

Musik Keroncong Hidup Segan Mati Tak Mau

Teks : Frino Bariarcianur
Sepuluh tahun sudah grup musik keroncong Merah Putih berdiri. Perjalanan hidup grup musik ini seperti peribahasa “hidup segan mati tak mau.”

Grup musik keroncong “Merah Putih” berdiri pada tanggal 29 Agustus 1998 di kota Bandung. Grup musik ini lahir dari keprihatinan sekelompok masyarakat kota Bandung yang ingin tetap melestarikan musik keroncong sebagai salah satu khazanah musik di Indonesia. Namun kenyataannya tidaklah mudah untuk tetap setia di jalur musik yang minim peminatnya. Apalagi masyarakat mengenalnya sebagai musik orang tua.

Itulah kenapa pada saat konferensi pers dalam rangka peringatan 10 tahun berdirinya Grup Musik Keroncong “Merah Putih”, di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Jumat [22/08/08], Retno S Purwanto, vokalis dan Pimpinan grup Keroncong Merah Putih menyatakan,”Musik keroncong itu hidup segan mati tak mau.”

Tapi ia tetap yakin, grup musik keroncong yang ada di Indonesia akan terus muncul dan berkembang mengikuti zaman. “Musik keroncong Indonesia layaknya bendara Merah Putih yang terus berkibar di seluruh Indonesia,” ujar Retno optimis.

Ia pun menganggap pentingnya melakukan regenerasi musisi keroncong di Indonesia. Meskipun musik keroncong tak se-populer jenis musik yang lain.

Untuk menjawab tantangan zaman, grup musik keroncong “Merah Putih” banyak melakukan kerja inovatif seperti berkolaborasi dengan jenis musik yang lain, diantaranya berkolaborasi dengan aliran musik pop, rock, tradisional, hip hop dan reggae. “Itu membuktikan musik keroncong itu fleksibel, bisa digabung dengan berbagai aliran musik,” ujar Retno.

Bisa dikatakan itulah salah satu strategi untuk mengakrabkan musik keroncong dengan masyarakat, khususnya anak muda. Ia ingin menghapus bahwa musik keroncong hanya untuk orang tua, tapi anak-anak muda pun bisa menikmatinya.

Para pemain musik keroncong Merah Putih juga digawangi banyak anak muda, seperti : Andar Bagus Sriwarno [38], Jhon Martono [36], Pramesti Dewi [23], Riki Mulyana [23], Rangga Putra Umbara [24] dan Hedi Alvian [23].

“Bondan Prakoso juga menggunakan musik keroncong dalam eksplorasi karya-karya mereka,” ujar Bambang Subarnas, seorang kurator dan Ketua Pelaksana Potpoury Keroncong Indonesia.

Selain itu ada juga grup musik keroncong digawangi anak-anak muda seperti Keroncong Gurame Edan, Little Keroncong, Repoeblik de Panas Dalam dan Keroncong Caos dari Jogjakarta. Musik keroncong yang dibawakan oleh anak-anak muda ini lebih beragam penyajiannya. Ada yang menggabungkan musik keroncong dengan musik dangdut dan rock.

Repoeblik Kerontjong Indonesia
Mendengar musik keroncong bagai membuka lembaran-lembaran sejarah yang menandai awal persentuhan budaya Indonesia dengan musik Eropa. Cikal bakal musik keroncong dikenal dengan Moresco. Musik ini diyakini dibawa oleh buruh imigran Portugis yang bekerja di beberapa perkebunan nusantara. Musik yang bernuansa sendu dan rindu kemudian mengalami akulturasi musik lokal secara intens sehingga dikenal sampai saat ini dengan istilah musik keroncong.

Salah satu grup yang masih bisa terlihat gaya Portugisnya adalah Keroncong Tugu. Grup musik ini merupakan prototipe awal musik keroncong Indonesia.

Dalam peringatan 10 tahun lahirnya grup musik keroncong Merah Putih digelar berbagai acara diantaranya pameran artefak keroncong seperti alat musik, kostum panggung, piringan hitam, dan foto-foto pertunjukkan. Ada juga pemutaran film dokumenter tentang musik keroncong yang dibikin oleh Komunitas Kineruku Rumah Buku Bandung, workshop musik tradisi dan musik bersama Sudjiwo Tedjo serta diskusi bersama Suka Harjana [Budayawan], Viktor Ganaf [Peneliti Keroncong ISI Jogjakarta, Keroncong Merah Putih [pelaku] dan Keroncong Tugu [Pelaku]. Dan ada juga lelang lagu musik keroncong yang hasilnya akan disumbangkan kepada pembangunan rumah baca anak jalanan Yayasan Harry Roesli.

Seluruh rangkaian acara diberi nama “Repoeblik Kerontjong Indonesia.” Dengan harapan musik keroncong juga menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Acara ini dimulai tanggal 27 – 30 Agustus 2008 di Gedung Indonesia Menggugat, jalan Perintis Kemerdekaan No. 5 Bandung. Dan jika Anda ingin menemukan pengalaman baru mendengar musik keroncong tak ada salahnya mengikuti kegiatan ini. Selamat berkeroncong ria, dijamin gak bakalan merasa tua! []

Informasi :
potpourykeroncong@gmail.com
www.keroncong-indonesia.blogspot.com.
Bambang Subarnas [0815 60 86 179], Ricky [0815 60 89 745]

Filed Under: music

Tags:

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.