Berita seni Indonesia, seni rupa dan desain, seni pertunjukan, seni musik, film, fashion, fotografi, arsitektur, sastra>

17 Tips Mengoperasikan Kamera Saat Wawancara

Bagi sebagian orang, mengoperasikan kamera saat wawancara untuk film dokumenter merupakan sesuatu yang mudah. Namun, bagi para pemula ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar dapat menghasilkan visual yang nyaman dilihat. Dengan hasil pengambilan gambar yang nyaman, maka akan mempermudah proses editing dan memberi rasa nyaman bagi penonton ketika film diputar.

Tidak ada aturan baku dalam mengoperasikan kamera saat wawancara, setiap juru kamera maupun sutradara memiliki selera dan gaya yang berbeda. Meski demikian ada hal-hal umum yang bisa dilakukani agar hasil wawancara film dokumenter bisa dinikmati dengan baik.

Berikut 17 Tips Mengoperasikan Kamera Saat Wawancara film dokumenter :
  1. Letakkan kamera sedekat mungkin dengan pewawancara (pemberi pertanyaan), hal ini untuk memastikan garis mata subyek yang diwawancarai dapat dengan mudah melihat kamera maupun pewawancara.
  2. Gunakan tripot ataupun monopot agar dapat menghasilkan gambar yang tenang/tidak goyang. Mengoperasikan kamera diatas tripot atau monopot selain berguna untuk menghindari shaking juga dapat menghemat tenaga apabila proses wawancara berlangsung lama.
  3. Jika tidak menggunakan tripot/monopot, cobalah untuk menjaga keseimbangan tangan dengan tidak memegang kamera terlalu erat agar gambar stabil. Mendekatlah pada subyek, jangan gunakan zoom-in untuk mengurangi resiko goncangan pada hasil gambar.
  4. Pasang microphone pada kamera, atau gunakan clip-on maupun alat perekam audio lainnya untuk menghasilkan suara yang terbaik saat mengoperasikan kamera.
  5. Jaga Jarak dengan sumber suara lainnya misalnya suara burung peliharaan, suara kendaraan lalu-lalang atau yang lainnya, kecuali jika suara-suara tersebut memang dibutuhkan dalam film atau tidak ada tempat lain.
  6. Pastikan tape mini-DV, DV Cam, HDV, ataupun memory card sudah terpasang dengan benar sehingga saat pengambilan gambar berlangsung dapat menyimpan data dengan baik.
  7. Pilihlah aspek rasio yang akan digunakan, pemilihan aspek rasio berfungsi untuk menyesuaikan media tayang yang akan digunakan, usahakan penggunaan aspek rasio secara seragam dalam satu film ketika mengoperasikan kamera. (Baca juga : aspek rasio dalam produksi film)
  8. Aturlah komposisi framing pada subyek dan tidak ada objek lain yang tampak seolah-olah tumbuh keluar dari bagian belakang kepala, misalnya tanaman, tiang atau apapun.
  9. Aturlah fokus kamera, hal ini dapat dilakukan dengan berpatokan pada ujung hidung, bibir atau mata subyek, agar lebih jelas lagi lakukan Zoom in.
  10. Sesuaikan White balance dengan sumber cahaya yang ada saat mengoperasikan kamera, baik saat di interior maupun eksterior.
  11. Atur ulang kode waktu ke nol saat memulai rekaman baru. Data timecode akan berguna saat mereview maupun pemilihan stokshot sebelum editing.
  12. Berilah jeda waktu setidaknya 5 detik di awal dan akhir perekaman, hal ini untuk mengantisipasi kalimat yang terpotong saat wawancara.
  13. Lakukan uji coba shot ketika akan melakukan gerakan kamera, baik untuk  panning, zooming,  maupun tilting, rencanakan di mana shot dimulai dan berakhir.
  14. Bila ingin memindahkan kamera karena suatu alasan, bergeraklah sambil merekam. Mengulang pertanyaan yang sama pada subyek terkadang akan menghilangkan mood atau merusak suasana selama diwawancarai.
  15. Ketika subyek bergerak atau misalnya berjalan, berilah “ruang” dalam frame. Ruang ini sering disebut sebagai headspace dan walking space.
  16. Cobalah mengambil beberapa tipe shot agar gambar lebih dinamis dan memberi keleluasaan saat proses editing. (baca : 14 Tipe Shot Dalam Pengambilan Gambar Film)
  17. Ambillah shot-shot tambahan saat mengoperasikan kamera, shot-shot tambahan dapat berupa bangunan, nama jalan, rambu-rambu maupun papan nama lokasi di mana wawancara berlangsung. Selain itu ambil juga gambar-gambar cutaways untuk memperdalam informasi tentang subyek.

Ada banyak cara dan gaya dalam membuat film dokumenter, memasukkan wawancara kedalam film hanyalah salah satu cara yang umum dilakukan dalam membuat film dokumenter saat ini.

Selamat berkarya…



Kontak Informasi: info[at]beritaseni.com
Press Release & Kirim Artikel: redaksi[at]beritaseni.com
Media Partner & Iklan iklan[at]beritaseni.com

Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Twitter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*